Yaps sekarang adalah penghujung tahun 2016. Tahun kabisat yang
datangnya 4 tahun sekali. Tahun depan bulan Februari kembali 28 hari.
Oke mungkin tulisan ini kaku, garing, atau yang biasa anak muda
bilang gaje/geje (?). Maklum setelah sekian lama tidak menulis dan
akhirnya menulis kembali. Hasrat ingin menulis ini pun didukung demi
mengulas betapa pentingnya sejarah di tahun ini untukku. Tapi semoga
hanya gaje di awal saja ya. Aamiin.
Ngomong-ngomong soal sejarah, tiap orang tentunya punya
tanggal-tanggal penting yang selalu diingat. Contoh yang paling
sederhana saja yaitu tanggal lahir. Jarang sekali ada orang yang lupa
akan tanggal lahirnya sendiri. Bahkan masih ada atau banyak
(mungkin?) orang yang menggunakan tanggal lahir sebagai password
karena selalu diingat. Kalau berdasarkan pengalamanku, paling tidak
mulai kelas 6 SD orang-orang sudah mengingat tanggal lahirnya.
Kenapa? Karena ketika ujian ada isian tanggal lahir, dan ujiannya
tidak sehari. Ya atau tidak? Entahlah yaa kalau dulu sih gitu, ga tau
sekarang gimana. Eh ketahuan deh udah beda zaman, haha.
Mulai di awal tahun saja sudah beda. Tahun ini adalah pertama kalinya
aku ikut sadar di malam pergantian tahun. Iya sadar (re: tidak
tidur). Biasanya aku tertidur lelap setelah nonton acara musik di
televisi dalam rangka menyambut tahun baru sebelum acara berakhir.
Pada pergantian tahun ini juga merupakan saat dimana teman seprodiku
banyak yang gagal pulkam gara-gara harus menyelesaikan laporan KP
(kerja praktik). Yang awalnya sudah banyak rencana mau liburan pun
sebagian batal. Di malam itu, ketika aku buka medsos, sebagian besar
atau mungkin semua isinya tentang tahun baru. Mulai dari foto,
video, dan status pun tentang tahun baru. Bagaimana dengan malam
pergantian tahun esok? Hmm sepertinya tidak jauh berbeda.
Liburan semester ganjil tahun ini dipakai untuk pemadatan. Pemadatan
di sini yaitu mata kuliah semester 6 yang dipindahkan dan dipelajari
selama satu bulan. Jadi pelajaran untuk 4 bulan dipadatkan menjadi 1
bulan saja. Ada kelebihan dan kekurangan dari adanya pemadatan ini.
Kekurangannya adalah waktu liburan kami dipakai untuk kuliah. Namun
ketika nanti memasuki semester 6 kami bisa fokus untuk mengerjakan TA
(tugas akhir).
24 Februari adalah hari terakhir aku kuliah pemadatan dan hari itu
juga ada job fair di Braga.
Sebetulnya saat itu aku belum niat cari kerja juga, tapi aku
penasaran. Ya, penasaran aja job fair
itu kaya apa. Ceritanya sih biar tau dan nanti ketika lulus dan ke
job fair sudah tau
keadaannya seperti apa. Akhirnya aku waktu itu ke sana bertiga dengan
Ade dan Ibay. Tapi sayang, nasib buruk menimpaku saat itu *so
dramatis*. Waktu
itu suasananya sedang ramai sekali. Setelah berkeliling ke sebagian
tempat, aku mulai lelah karena waktu itu tasku cukup berat. Ade
menawarkan diri untuk tukar tas karena punya dia ringan banget. Saat
bertukar tas aku merasa ada yang berbeda
di tasku. Ah resleting depan tasku terbuka. Aku
langsung cek dan ternyata ponselku “menghilang”. Awalnya yang
lain mikirnya mungkin nyelip. Langsung saja kami pindah ke tempat
yang agak sepi dan bongkar tas. Tapi ternyata tidak ada. Kami
telusuri jalan yang telah dilewati kalau-kalau ponselnya terjatuh.
Tapi tetap tidak ada juga. Jadi intinya ponsel aku hilang padahal
baru 10 bulan *pasang muka
sedih*.
Akhir Februari 2016, aku memasuki semester 6. Di semester ini aku
sudah nonaktif dari berbagai organisasi yang ikuti *kaya yang banyak
aja* haha. Dengan alasan jitu mahasiswa tingkat akhir : “sibuk TA”,
jadilah aku mahasiswa kupu-kupu. Sebenarnya ga sibuk-sibuk banget
juga sih ya. Tetapi memang ada masa dimana kita sedang sibuk dan masa
mager tiada tara, haha. Tapi ya begitulah kehidupan mahasiswa tingkat
akhir *ciee.
Berkat usaha, do'a dan ridho Allah
akhirnya tanggal 24 September aku resmi jadi alumni. Yap saat itulah
aku wisuda. Mungkin karena
sudah biasa mengikuti upacara wisuda, jadinya biasa aja. Tidak
terlalu penasaran juga meskipun ternyata mau wisuda itu butuh
perjuangan. Awalnya aku kira kalau sudah lulus, bayar wisuda, terus
bisa wisuda. Ternyata ada beberapa hal yang mesti diurus kembali
selain itu sampai akhirnya bisa wisuda. Dan alhamdulillah semua itu
sudah terlewati :).
Setelah
wisuda, aku fokus untuk mengikuti tes kerja. Untungnya di kampusku
tiap tahun ada job expo, jadi
mahasiswa tingkat akhir biasanya mengikuti acara ini sebelum wisuda.
Tahun ini job expo
Polban berlangsung tanggal 19-21
Agustus. Saat itu aku daftar
hampir ke semua perusahaan yang ada lowongan untuk jurusan
akuntansinya. Karena cukup banyak, aku pun tidak hapal perusahaan
mana saja yang aku lamar. Pernah waktu itu ada panggilan tes dari PT.
X, dan aku lupa kalau pernah daftar ke situ, haha. Jadi untuk
teman-teman yang nanti akan lamar kerja dari job expo
atau job fair, aku
sarankan untuk mencatat perusahaan mana dan posisi apa saja yang akan
dilamar. Pokoknya bulan September-Oktober adalah bulan sibuk tes.
Dalam seminggu bisa sampe 3x tes dari perusahaan yang berbeda. Itu
pun kadang ada yang bentrok dan harus pilih salah satu. Ternyata mau
kerja juga butuh perjuangan. Tahap tesnya panjang-panjang dan jarak
antar tes beberapa minggu. Tapi katanya itu juga sudah termasuk
cepat. Butuh modal waktu, tenaga, pikiran dan materi juga. Pernah
waktu itu aku dalam seminggu pulang pergi Bandung-Jakarta 3x buat tes
doang, hiks. Untungnya aku diberi kesehatan dan kekuatan untuk
menghadapi itu semua. Alhamdulillah
:)
8 Oktober Allah memberi jawaban atas
usaha pencarian kerja ini. Aku mendapat kabar kalau aku diterima
bekerja di PT. Paragon Technology and Innovation. Alhamdulillah aku
ga lama nganggur setelah lulus. Aku
mulai masuk kerja tanggal 17 Oktober. Dan di sinilah perjuangan baru
dimulai. Kalau waktu kuliah di kelas ngantuk berat bisa curi-curi
waktu buat tidur, tapi kalau kerja ngantuk harus berusaha untuk tidak
ngantuk, haha
Tahun 2016 bisa dibilang tahun transisi untukku. Transisi dari
mahasiswa menjadi job seeker (re:
pengangguran), lalu
menjadi pekerja. Berbagai hal baru kulalui tahun ini. Itulah mengapa
tahun ini merupakan tahun bersejarah untukku. Bagaimana dengan tahun
depan? Tak ada yang tahu. Yang pasti kita harus berusaha agar tahun
depan bisa menjadi lebih baik lagi.
Mohon maaf jika ada salah kata,
wassalaam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar