Sabtu, 21 Desember 2013
Pagi ini aku
terlambat bangun. Mungkin karena kelelahan setelah seharian kemarin mengikuti
sebuah acara sampai larut malam. Dan pagi ini badanku serasa remuk, pegal,
sakit dan kepalaku terasa berat, pusing. Intinya, aku merasa tidak enak badan
hingga akhirnya setelah shalat dan mandi, aku pun tidur kembali.
Jam menunjukkan
pukul 12.05 WIB. Aku terbangun dari tidurku dan ketika aku membuka ponsel,
terdapat sms dari temanku yang mengajak untuk bersiap – siap berangkat ke
kampus. Ah iya, hari ini ada acara makrab dari salah satu organisasi daerah
yang ada di kampusku. Dan aku selaku orang yang berasal dari daerah tersebut
diajak ikut serta dalam acara itu. Sementara aku belum mempersiapkan apapun
saat itu. Sempat terpikir olehku untuk tidak jadi mengikuti makrab tersebut
apalagi aku juga belum membayar biaya makrab itu.
Namun setelah
mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya aku memutuskan untuk tetap mengikuti
makrab tersebut walau sebenarnya aku masih kurang enak badan. Saat itu aku yakin
kalau nantinya badanku akan pulih dengan sendirinya walau mengikuti acara
tersebut. Setelah shalat dzuhur dan makan, aku langsung bersiap – siap untuk
berangkat. Dan ketika aku melihat apa saja yang mesti dibawa, ah ternyata
banyak yang belum ada. Aku belum membuat surat dan kado. Padahal pukul 13.00
aku seharusnya sudah berada di kampus. Akhirnya aku mendadak membeli suatu
barang untuk kado sebelum berangkat dan membawa buku catatan kecil serta pulpen
untuk membuat surat. Aku yang biasanya berangkat ke kampus dengan jalan kaki, saat
itu naik angkot karena menghindari telat. Aku sadar kalau aku sudah telat
membayar dan tidak ingin telat lagi untuk yang satu ini.
Sesampainya
di kampus, ternyata baru sebagian orang yang kumpul. Biasalah orang Indonesia untuk
yang satu ini, “ngaret”. Tapi dengan demikian aku ada waktu untuk membuat
surat. Tapi entah mengapa ketika aku coba buat, tapi tidak muncul ide. Apalagi
saat itu aku bingung mau membuat surat untuk siapa karena memang aku belum
banyak kenal dengan yang lain. Akan tetapi, karena aku terlalu lama berpikir,
sampai akhirnya berangkat, di suratku baru tertulis salam pembuka saja.
Alhasil, aku membuat surat itu ketika baru sampai di villa.
Acara
dimulai ba’da ashar dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al – Qur’an.
Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran video tentang Pamagar dan perkenalan
organisasi serta kakak tingkat yang ada saat itu. Lalu kemudian istirahat
shalat maghrib dan makan. Setelah makan, kemudian shalat isya. Setelah shalat
Isya, acara dilanjutkan dengan sharing atau curhat dengan kakak tingkat. Selain
itu ada pula alumni yang hadir. Namun karena aku merasa pusing, aku disuruh
istirahat saja oleh temanku dan aku tidak mengikuti acara bersama alumni,
tetapi tidur.
Jam
menunjukkan pukul 22.59 WIB. Itu artinya aku tidur kurang lebih sekitar 30 – 35
menit. Di ruang tengah masih terdengar ramainya acara. Dan saat itu aku agak
sulit untuk melanjutkan tidur kembali hingga akhirnya aku kembali ikut
bergabung dengan yang lain. Tak lama setelah itu, acara dilanjutkan dengan
hiburan dari tiap angkatan. Hiburan diseling video tentang Pamagar atau yang
lebih dikenal dengan sebutan Garuters. Dan hiburan penutup yaitu penampilan
drama musical dari perwakilan angkatan 2013.
Minggu,
22 Desember 2013
Inilah
saat yang paling berkesan dari makrab ini. setelah acara hiburan, seluruh
peserta makrab angkatan 2013 diinstruksikan untuk keluar dan berbaris di
halaman. Satu per satu nama dipanggil untuk membuat barisan. Hingga akhirnya
namaku disebut untuk baris di shaf paling depan. Saat itu aku tidak memiliki
firasat apapun. Aku malah mengira kalau nanti akan dikelompokkan dan akan ada post to post. Yaah hal itu sepertinya
sudah terpasang di alam bawah sadarku karena organisasi di kampusku terkenal
sering begitu. Maka tak heran jika aku mengira demikian.
Ternyata
perkiraanku meleset. Setelah dibariskan sedemikian rupa, kakak tingkat menyuruh
kami untuk melepas jaket yang kami pakai. Padahal saat itu udara sedang dingin.
Ya maklum saja tengah malam. Saat itu aku langsung berpikir bahwa selanjutnya
peserta akan dibagi jaket. Ya, jaket orda. Ah bagaimana denganku? Jangankan
memesan jaket tersebut, membayar makrab saja sudah sangat telat. Itu pun dengan
mengambil uang tabunganku. Tapi saat itu aku diberi jaket dan disuruh langsung
digunakan. Aku pun memakainya dengan ragu – ragu, karena di sisi lain aku
merasa kedinginan namun di sisi lain aku merasa tidak berhak mengenakan jaket
tersebut. Tapi ah sudahlah aku pakai saja, mungkin kakak tingkat itu tidak tahu
kalau aku sebenarnya tidak membeli jaket tersebut. Atau mungkin saja karena
saat itu semua memakai jaket yang sama, aku pun disuruh demikian sebagai bentuk
formalitas agar terlihat kompak.
Namun
lagi – lagi dugaanku salah. Setelah kami disuruh membuka mata dan melihat ke
samping kiri dan kanan, semua telah memakai jaket yang sama. Jaket warna abu
dan biru. Tapi ada sedikit yang berbeda dari jaket yang aku kenakan dengan
jaket teman – temanku yang lain. Ya mungkin saja karena ukuran yang berbeda. Yaa
bisa jadi. Setelah itu, kami disuruh membuat kelompok yang masing – masing
terdiri dari lima orang. Dan ketika aku diajak oleh temanku, aku dan satu
temanku didatangi oleh ketua, dan diberi wejangan yang hal itu membuat aku
merasa tidak enak, malu sekaligus sangat terharu.
“. . . .” (sensor)
Aku
langsung speechless saat itu. Bingung
mau mengatakan apa. Aku benar – benar tak menyangka akan seperti ini. Aku malu.
Aku terharu. Aku ingin menangiis, tapi tak bisa. Aku yang awalnya menganggap
mereka tak peduli ternyata sebenarnya sangat peduli dan mereka sadar akan
keberadaanku. “Terima kasih”, hanya itu yang dapat aku ucapkan saat itu. Kata
yang sederhana namun sarat akan makna. Dan pada hari ini 22 Desember 2013 aku
resmi menjadi bagian dari keluarga ini. Paguyuban Mahasiswa Garut Politeknik
Negeri Bandung.

