Translate

Selasa, 18 September 2018

Catatan Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017 (Part 2)


13 Februari 2018
Satu setengah bulan sudah aku melaksanakan OJT di KPP Pratama Jatinegara Jakarta Timur. Di sini aku mendapat teman baru, tempat kerja baru, suasana baru. Ya, aku mesti beradaptasi kembali di sini. Rasanya baru kemarin aku belajar sejarah pancasila dan kemerdekaan RI untuk tes wawasan kebangsaan, berusaha untuk selalu pulang teng-go agar bisa menyempatkan buka materi walau berat. Berada di tengah kebimbangan ketika tes CAT bentrok dengan UTS, berpacu dengan waktu agar bisa melewati keduanya dengan selamat sampai tujuan. Walau pada kenyataannya memang pasti ada yang dikorbankan.
Kali ini aku akan bercerita saat aku mendapat pengumuman lolos CPNS Kemenkeu dan pemberkasan.

28 November 2017
Setelah mendapat pengumuman lolos, aku langsung bersiap-siap untuk mengemas barangku sebagian. Tadinya aku mau langsung pulang saja malam itu karena ada berkas-berkas yang mesti diurus dan hanya diberi waktu maksimal sampai tanggal 30 November. Tapi karena waktu sudah larut malam teman-teman mess menyarankan agar aku istirahat dulu saja dan pulang keesokan harinya. Akhirnya aku mengikuti saran mereka karena aku pun merasa lelah malam itu.

29 November 2017
Pagi hari aku sudah berangkat ke terminal untuk pulang mengurus berkas. Aku fikir hari ini tidak akan terlalu macet karena masih hari kerja dan long weekend dimulai tanggal 1 Desember. Jadi kemungkinan akan macet itu tanggal 30 November. Namun ternyata dugaanku salah, Hari ini macet juga. Konon katanya hari ini adalah hari terakhir kendaraan besar bisa lewat tol karena besok tol ditutup untuk kendaraan besar.

Aku sampai rumah sangat siang sekitar pukul 13.30 WIB. Sesampainya di rumah aku langsung makan karena memang belum makan dan langsung pergi ke Polsek untuk minta surat rekomendasi. Setelah itu aku pergi ke Polres. Akan tetapi karena jaraknya yang memang cukup jauh dari tempat tinggalku, aku sampai di Polres pukul 15.06 sedangkan pelayanan hanya sampai pukul 15.00 saja. Petugas pun menyarankan agar besok kembali lagi di pagi hari.

Hari ini aku belum selesai mengurus satupun berkas padahal besok adalah hari terakhir untuk mengurus berkas. Alhasil aku jadi tidak tenang. Ditambah lagi masih banyak email pekerjaan di kantor yang belum aku balas dan aku diminta untuk segera membuat surat pengunduran diri dari kantor agar cepat diproses. Dan konon katanya di kantor sudah beredar kabar kalau aku lolos CPNS. Saat itu aku malah jadi makin galau. Iya galau. Ibaratnya di kantor sudah heboh tapi aku belum menyiapkan berkas apapun. Tapi yasudah mau bagaimana lagi, aku tetap membuat surat pengunduran diri berbekal dari browsing di google untuk melihat contoh, sambil berharap agar besok dilancarkan dalam urusan pembuatan berkas.

30 November 2017
Berbekal pengalaman hari kemarin, hari ini aku memutuskan untuk berangkat lebih pagi. Aku berangkat pukul 06.00 WIB bersama bapak. Kami langsung berangkat menuju Polres terlebih dahulu untuk membuat SKCK. Kami tiba di Polres sekitar pukul 7 lebih beberapa menit, tepat saat para polisi akan melakukan apel pagi. Jam pelayanan dimulai pukul 08.00, aku pun menunggu sampai pelayanan buka. Ternyata yang akan membuat SKCK cukup ramai juga. Yaa rata-rata para pencari kerja juga. Membuat SKCK ternyata mudah dan cepat, sekitar setengah jam aku menunggu sampai SKCK jadi dan dibuat legalisir.

Setelah membuat SKCK, aku langsung menuju ke RSUD untuk membuat surat keterangan sehar jasmani dan rohani serta surat keterangan bebas narkoba. Inilah pertama kalinya aku menjadi pasien RS. Iya, pasien. Tapi bukan pasien yang sakit, melainkan pasien yang sehat. Ternyata RS itu sangat ramai, apalagi ketika melihat antrean pasien BPJS yang aah sudahlah! Antreannya sangat panjang. Maklumlah anaknya ga suka ke RS, jadi cukup kaget ketika melihat pemandangan RS yang seperti itu. Saat itu aku langsung bersyukur ternyata nikmat sehat itu luar biasa indahnya.

Sambil melakukan tes, aku harus membayar biaya tes kesehatan tersebut di loket bank bjb. Biaya yang aku keluarkan hampir 600 ribuan, sekitar 595.000. Ternyata tes begini mahal juga yaa (ya iyalah). Yaa maklumlah secara ini tuh pertama kalinya aku jadi pasien RS, jadinya masih kaget-kaget gitu, hehe :D. Tes kesehatan yang pertama yaitu tes umum untuk jasmani seperti tinggi badan, berat badan, nadi, tekanan darah, dll. Kemudian rontgent thorax, hmm betul ga yaa istilahnya ini. Ya intinya aku difoto pake alat dan baju khusus gitu dengan posisi badan menempel ke alat. Setelah itu aku tes urin untuk surat bebas narkoba.

Tes terakhir yang aku jalani adalah tes rohani alias tes keseharan jiwa. Pada tes ini aku diberi soal yang harus kuisi dengan jujur dan apa adanya *aseek. Cukup banyak yaa ratusan soal (aku lupa tepatnya berapa, btw ini bikin tulisannya setelah beberapa bulan soalnya). Soalnya mirip-mirip kaya psikotes yang biasa dilakukan saat melamar kerja sih. Cuma yaa mungkin soalnya lebih aneh haha, dan seperti biasa banyak yang diulang-ulang gitu intinya. Ya aku sih jawab seadanya aja. Bodo amat aku ketauan jahatnya, aibnya atau kekurangannya dari tes itu. Tapi yaa wajar aja kali namanya juga manusia kan memang tidak ada yang sempurna. Jadi pasti ada sisi baik dan buruknya. Setelah selesai tes ini, aku diminta untuk menunggu hasil dan yaa cukup lama mengingat dokter yang ada saat itu hanya 1 dan baru datang di siang hari. Alhamdulillah dari semua tes aku dinyatakan sehat dan normal.

Aku mau sedikit cerita saat tes kejiwaan ya. Saat aku mengikuti tes, itu ada beberapa orang yang sedang mengikuti tes juga. Ya awalnya aku baisa aja, yaa wajar aja gitu ada yang mau tes. Mungkin sama-sama sedang membuat surat keterangan sepertiku kan ya. Dan ternyata memang benar, sebagian besar dari mereka adalah yang sama-sama sedang membuat surat keterangan sehat juga. Okelah ini hal yang sangat wajar menurutku. Tapi, kemudian aku baru tahu kalau ternyata mereka bahkan ada yang mengulang tes sampai 3x saat itu. Saat itu aku menduga, oh mungkin mereka tidak menjawab jujur pertanyaan yang ada, mungkin mereka jawabnya terlalu idealis, tidak mau terbongkar aibnya mungkin, atau ada sesuatu (?). Padahal mereka yang mengikuti tes ini rata-rata seumuran denganku (mungkin, atau bisa jadi lebih muda). Mereka juga rata-rata adalah yang telah lulus dalam tes masuk kerja. Dari sinilah aku belajar, mungkin banyak yang kurang peduli akan kesehatan jiwa. Banyak yang tidak sadar kalau sebenarnya ada masalah dalam diri kita, namun seolah biasa saja. Ga usah jauh-jauh lihat mereka yang sudah tua, yang muda pun banyak yang kesehatan jiwanya kurang baik. Mungkin tes kejiwaan memang jarang dilakukan yaa, mengingat biayanya yang cukup mahal. Masyarakat kita kebanyakan baru sadar jika ada seseorang yang terganggu jiwanya saat memang sudah parah. Padahal kalau kita bisa lebih peduli dan berkonsultasi sejak dini, mungkin hal tersebut dapat diatasi.

Alhamdulilllah semua berkar yang dibutuhkan untuk pemberkasan dapat diselesaikan walau dalam jangka waktu yang sangat singkat ini. Iya kami hanya diberi waktu kurang dari hari untuk mempersiapkan semua berkas ini. Surat keterangan paling lambat dibuat tanggal 30 November, sedangkan pengumuman tanggal 28 November. Ya mendinglah kalau bukan perantau seperti diriku yang keesokan harinya bisa langsung mempersiapkan segalanya. Sedangkan aku? Untuk buat SKCK saja harus pulang dulu karena harus diurus di wilayah tempat tinggal sesuai KTP. Konon katanya sih ini agar TMT CPNS bisa tertanggal 1 Desember, tapi kenyataannya diundur juga jadi 1 Januari, hmm. 

4 Desember 2017
Tahapan selanjutnya dari proses rekrutmen adalah pemberkasan. Konon katanya, kelulusan dapat dibatalkan jika tidak mengikuti tahap pemberkasan. Pemberkasan ini dilakukan dua kali, yaitu melalui online dan fisik. Untuk pemberkasan online, peserta diberi waktu antara tanggal 4-8 Desember melalui website http://rekrutmen.kemenkeu.go.id. Pemberkasan online ini cukup mudah asalkan dokumen telah disiapkan. 

11 Desember 2017
Hari ini adalah tahap pemberkasan fisik rekrutmen CPNS Kemenkeu. Pemberkasan fisik dibagi dalam dua hari dan sudah dibuatkan jadwalnya. Aku dapat di hari pertama yaitu tanggal 11 Desember 2017 dan sesi 1. Semua peserta melakukan pemberkasan di Student Center PKN STAN, baik itu yang memilih tes di Jakarta ataupun luar Jakarta. Karena saat itu aku statusnya belum resmi resign, aku izin 2 jam dari kantor untuk melakukan pemberkasan. Cukup aneh rasanya, izin dari kantor untuk selanjutnya akan meninggalkan kantor. Tapi yaa mau bagaimana lagi, katanya hidup ini pilihan bukan? Pada pemberkasan fisik ini, semua dokumen yang tertera di pengumuman dikumpulkan serta dicek kelengkapan dan kebenarannya. Intinya sih asal teliti dan sesuai dengan instruksi yang diberikan, pasti tahap ini lancar.

Ps : catatan 30 November – Desember baru dibuat hari ini (18 September 2018), jadi yaa seadanya kurang komplit detailnya karena sebagian lupa dan sebagian yang ingat belum sempat dijelaskan karena sudah ngantuk hehe

Selasa, 02 Januari 2018

Catatan Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017 (Part 1)

21 November 2017
Terkadang waktu terasa berjalan cepat jika kita berada dalam zona nyaman, terlalu menikmati hidup atau larut dalam kesibukan. Namun terkadang waktu terasa berjalan lambat jika kita menunggu atau sedang dalam penantian. Apalagi jika menunggu hal yang belum pasti. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Apakah rencana dan harapan kita sesuai dengan suratan takdir-Nya? Atau justru takdir-Nya jauh berbeda dengan apa yang kita rencanakan, Dan yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha, berdo’a dan menunggu hasil dari apa yang telah kita usahakan. Menunggu memang hal yang sangat membosankan bukan?
***

Hari ini tepatnya H-7 pengumuman rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017. Sebelumnya aku sempat bimbang untuk mengikuti rekrutmen ini atau tidak. Banyak hal yang dipertimbangkan hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti rekrutmen ini. Aku harus mempersiapkan diri untuk menerima segala konsekuansi atas pilihanku kali ini.

Walaupun awalnya iseng mendaftar, tentunya tetap harus mempersiapkan diri. Apalagi dengan suguhan pemandangan orang yang belajar tiap harinya menjelang tes. Aku yang tadinya tidak terlalu semangat untuk belajar, jadi lebih termotivasi karena melihat teman sekamarku rajin belajar. Ya mereka belajar dari buku CPNS yang tebal-tebal itu. Sedangkan aku yang hanya bermodalkan aplikasi dari playstore dan soft file materi atau contoh soal dari grup. Aku bergabung dengan grup yang ditemukan dari kaskus dan twitter.

4 Oktober 2017
Sore itu pengumuman seleksi administrasi. Aku masih berada di kantor dan membuka pengumuman bersama teman-temanku. Waktu itu tepatnya ada rekan kerja yang resign dan dia mendaftar ke Kemenkeu juga. Ketika pengumuman sudah terbuka, kami langsung mencari nama kami satu per satu. Namun ternyata namaku tidak ditemukan, hiks. Tapi ternyata untuk lokasi Jakarta terdapat 2 file. Dan ketika aku cari namaku di file berikutnya, Alhamdulillah namaku ditemukan.

13 Oktober 2017
Hari ini jadwal untuk pengambilan TPU (Tanda Peserta Ujian) yang bertempat di kampus STAN. Kampus impian zaman sekolah dulu. Untuk pertama kalinya melihat langsung kampus ini. Tapi sayangnya karena waktu yang terbatas, aku tak sempat untuk mengabadikan momen tersebut dalam foto L. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kantor dan tidak memakan waktu yang terlalu lama, superiorku menyarankan agar aku tidak usah izin cuti setengah hari melainkan izin keluar saja dan ganti jam selama aku keluar. Aku mengganti 2 ¼ jam untuk mengambil kartu dan pulang telat hari itu.

25 Oktober 2017
Aku mengikuti tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) sebagai tes awal. Tes ini bertempat di Maria Convention Hall, Jakarta Timur yang jaraknya cukup jauh dari mess. Aku berangkat dari mess pukul 7.45 dan sampai di lokasi pukul 10.00 WIB. Di sana aku bertemu dengan Dwi, teman sekampus Polban yang kenal dari LKMM. Aku juga berkenalan dengan Saleh yang ternyata dari Polban juga. Sambil menunggu tes, kami ngobrol dan sharing pengalaman kerja setelah 1 tahun 1 bulan lulus dari Polban. Pukul 11.00 peserta tes sesi 3 mulai diinstruksikan untuk mulai registrasi. Dan di sinilah insiden itu terjadi. Tempat pensilku tertinggal, mungkin terjatuh saat akan registrasi. Btw itu tempat pensil isinya komplit dan menyimpan cukup banyak kenangan. Beberapa kali aku tes kerja dan membawa tempat pensil itu. Tempat pensil itu pula yang mengantarkanku ke perusahaan tempatku bekerja sekarang. Isinya sih lebih tepatnya, tapi kan disimpan dalam tempat pensil tersebut.
10 Desember 2014
Aku baru menyadari ternyata aku kehilangan banyak barang (termasuk tempat pensil). Yang biasanya punya segala macam alat tulis, tiba-tiba jadi tak punya apa-apa. Yaa ternyata tasku yang dicuri orang itu berisi banyak barang. Dan pagi ini, aku mendengar obrolan ibu kos bahwa listrik naik. Ya Allah cobaan apa lagi ini? Belum selesai memikirkan bagaimana tugas di laptop, flashdisk, informasi di handphone dan peralatan kuliah lainnya yang hilang, kini ditambah listrik naik L. Sepanjang perjalanan ke kampus aku galau, sedih. Dan sesampainya di kelas, aku menangis. Ya mungkin orang lain yang melihat merasa aku telat untuk menangis berhubung kejadiaan naas itu terjadi pada hari Senin tapi aku baru sedih di hari Rabu. Di tengah kesedihan itu, sahabatku, Rahmi memberikanku Al_Quran terjemahan yang lucu sebagai pengganti Quranku yang hilang bersama tas itu. Sahabatku, Riri memberikanku sebuah kado yang isinya adalah tempat pensil beserta pulpen dan type-ex.

Setelah registrasi, peserta menunggu di sebuah tempat sambil ditayangkan video tutorial pengerjaan tes. Di sana aku bertemu dengan Pipit, teman dari Polban juga. Yaa memang cukup banyak teman dari Polban yang aku temui saat tes ini. Mohon maaf kepada namanya yang tidak disebut yaa hehe. Sebetulnya aku mulai lapar, tapi tasku sudah disita panitia. Jadinya hanya bisa menunggu dan berharap tetap fokus mengerjakan walau perut kriuk kriuk.

Ketika memasuki ruangan tes, yang aku rasakan adalah dingin, ngantuk dan lapar. Sambil menunggu instruksi selanjutnya aku berdo’a agar diberi kemudahan dalam menjawab soal. Tes pun dimulai dan ketika awal melihat soal TWK, rasanya perutku tiba2 mulas dan kepalaku pusing. Materi yang aku pelajari sebelumnya hanya muncul sedikit dan sisanya pasrah mengikuti insting. Banyak soal yang aku lewatkan terlebih dahulu. Ketika aku coba buka soal TIU, aku langsung disuguhkan soal cerita yang panjang. Beberapa menit berlalu, akhirnya aku putuskan untuk mengerjakan soal TKP terlebih dahulu. Setelah itu aku lanjutkan mengerjakan soal yang masih bolong-bolong hingga tersisa beberapa detik lagi. Saat itu aku pasrah langsung menundukkan kepala ke meja dan ketika melihat ke layar Alhamdulillah aku lolos passing grade. Walaupun sebetulnya agak nyes juga liat skornya L Tapi yaa semoga skor ini bisa jadi modal aku ke tahap selanjutnya. Harus tetap optimis, berharap tidak dosa kan?

Setelah keluar dari ruangan, aku bertemu dengan Pipit, Isma dan Liska. Btw Liska ini teman waktu sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya. Kemudian aku bertemu dengan Nanda, teman sekelasku di UMB. Hari itu malamnya kami ada UTS dan akhirnya memutuskan untuk naik ojek online pulangnya karena kalau pakai bus atau kereta tidak akan keburu.

30 Oktober 2017
Pengumuman hasil tes SKD keluar. Setelah ditunggu-tunggu dari pagi ternyata baru muncul malam hari saat aku mau tidur. Kira-kira pukul 22.30 WIB grup rekrutmen baik di line maupun whatsapp rame. Aku langsung cek pengumuman dan Alhamdulillah aku lolos. Namun tak berhenti di situ, semakin malam grup semakin rame karena dicurigai adanya kecurangan dalam proses rekrutmen. Hal ini dikarenakan adanya peserta yang mendapat nilai tinggi lolos, tapi nilai rendah lolos. Namun saat itu aku positif thinking saja toh kalau mau curang buat apa nilainya ditampilkan, nanti ketahuan dong. Jadi aku berasumsi bahwa mereka berada di jalur yang berbeda atau jurusan yang berbeda.

Berita-berita tentang kecurigaan adanya kecurangan ini pun banyak beredar di internet. Sampai-sampai minkeu (admin sosmed kemenkeu) kebanjiran hujat dan pertanyaan yang bertubi-tubi dari peserta. Panitia sampai mengadakan konferensi pers terkait hal ini. Dan ternyata benar dugaanku yaitu adanya pengelompokkan berdasarkan jalur dan jurusan. Sebetulnya dengan melihat adanya berbagai jurusan yang tertulis saat pengumuman formasi, secara logika dapat disimpulkan bahwa formasi tersebut membutuhkan orang-orang dari jurusan yang berbeda-beda tersebut. Jadi wajar kalau memang ada kuota per jurusan. Namun sayangnya kuota per jurusan ini tidak diberitahukan di awal pengumuman, sehingga banyak peserta yang mengira bahwa tidak ada kuota per jurusan karena memang di pengumuman awal tidak dijelaskan. Panitia sampai menampilkan pengumuman terbaru yang berisi nilai seluruh peserta sehingga terlihat yang lulus dan tidak lulus.

5 November 2017
Psikotes online dan bertempat di STAN. Hey STAN, aku kembali J. Tapi lagi-lagi aku tidak mengabadikan momen ketika berada di sana. Kenapa? Karena setelah tes aku mau bertemu dengan teman sekelasku yang lolos ke tahap ini yaitu Anggie dan Arini. Karena mereka absen atas, mereka masuk ke sesi 1. Kalau aku mau foto-foto dulu, sepertinya lebih cuco kalau fotonya di gerbang depan yang ada tulisan STAN besar. Tapi sayangnya lumayan jauh dari gedung tes, dan ya takutnya temen-temen keburu bosen juga nunggu aku. Jadi aku langsung pesan ojek online di depan gedung saja.

Soal-soal yang ada pada tes ini sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan TIU di SKD, namun waktunya singkat. Aku sempat agak galau juga karena ada 2 soal yang tidak sempat terisi gara-gara tidak memperhatikan waktu. Aku selalu positif thinking bahwa peserta lain itu hebat dan pintar-pintar sehingga aku galau kalau hanya aku yang tidak sempat menjawab semua soal. Tapi ternyata setelah aku membaca di grup dan di kaskus, cukup banyak juga yang tidak terjawab semuanya.

10 November 2017
Pengumuman psikotes yang ditunggu-tunggu belum muncul sampai aku tertidur. Aku terbangun keesokan harinya pukul 2.36 dan langsung cek pengumuman. Alhamdulillah namaku ada di daftar nama yang lulus tes J.

18 November 2017
Tes kesehatan yang dilaksanakan di Pusdiklat Bea dan Cukai Jakarta Timur. Yup ini tes terakhir. Selangkah lagi untuk masuk Kementrian Keuangan. Tes ini berlangsung mulai pukul 07.00-10.00. Karena jarak yang cukup jauh dari mess dan supaya cukup istirahat, aku memutuskan untuk ikut numpang inap di rumah Arin di Cempaka Putih. Pagi harinya kamu berdua bersama-sama menuju lokasi tes. Kami tiba di lokasi pukul 6.24 dan mendapat nomor antrean 115 dan 116. Kira-kira yang dapat nomor antrean 1 tiba di lokasi jam berapa ya?

Tes dimulai dari penimbangan berat badan dan ukur tinggi badan. Sebelumnya aku memang berusaha untuk mengurangi makanan yang berlemak untuk menghadap tes ini dengan harapan berat badan turun sedikit. Dan Alhamdulillah ketika ditimbang, beratku turun 1 kg dari biasanya. Untuk tinggi badan, aku pasrah karena memang kurang tinggi L. Tapi setidaknya dengan perhitungan BMI aku BBxTB aku tergolong ideal. Setelah itu dilakukan ke pengukuran tensi dan denyut nadi sambil diwawancara tentang riwayat penyakit sedikit. Aku sempat ditanya, “kamu deg-degan ya? Ini nadinya kenceng banget.” Padahal aku udah berusaha untuk rileks tapi yaa tetep aja deg-degan. Semoga tidak berdampak buruk di hasilnya yaa.

Setelah itu aku tes mata. Sebelumnya aku ditanya ada gangguan mata atau tidak. Terus aku jawab bahwa setahun yang lalu terakhir periksa mataku -¼ tapi ga tahu kalau sekarang. Lalu kemudian aku tes mata. Yang tes itu ibu-ibu agak galak, dan ketika aku disuruh menyebutkan huruf-huruf, tiba-tiba ibunya bilang, “kamu pakai softkens ya?”. Sontak aku kaget dituduh gitu. Aku jawab aja tidak karena memang ga pakai softlens. Boro-boro mau pake, punya aja engga. Makenya juga ga berani. Dari situ aku menduga bahwa aku sekarang matanya sehat lagi. Tapi galau juga karena takutnya tetep disangka pakai softlens, hmm. Btw sebelum tes aku rajin makan wortel. Mungkin ini mempengaruhi kesehatan mataku menjadi normal kembali, hehe.

Selanjutnya aku masuk tes pemeriksaan fisik. Aku ingat aku masuk ruangan 15 dan diperiksa oleh dr. Mila. Di dalam ruangan, aku menjalani tes buta warna. Kemudian aku disuruh berbaring di kasur. Dada dan perutku ditekan-tekan dan dicek menggunakan stetoskop. Kemudian lututku diketok pake palu. Mulut, hidung dan telinga diintip. Dan punggungku diketok-ketok juga sambil ditanyain sakit atau engga. Terakhir dicek varises.

Setelah tes, ada peserta lain yang bertanya bagaimana hasil tes kesehatan tadi apakah aku lihat atau tidak. Tapi aku ga lihat karena sibuk merapikan kerudung saat dokter menuliskan hasil. Jadi di tes keseharan ini ada pilihan Sehat/Sehat dengan Catatan/Kurang Sehat/Gagal, nantinya dokter akan memilih masuk kategori manakah kita. Untuk yang sempat mengintip, ada yang cerita bahwa ia sehat da nada juga yang masuk kategori sehat dengan catatan. Di sinilah aku kembali galau karena tidak tahu masuk kategori mana. Kalau dirasa-rasa sih yaa rasanya sehat-sehat saja. Tapi kan entah penilaian dokter bagaimana. Semoga saja benar-benar sehat dan mendapat poin besar di tes ini mengingat hasil akhir diambil dari integrasi 40% SKD + 60% Kesehatan.
***

22 November 2017
H-6 pengumuman. Ah tanggal 28 semakin dinanti. Tidak hanya karena tanggal gajian, tetapi juga merupakan tanggal pengumuman ke mana kaki ini akan melangkah hahah lebay :D. Sesungguhnya aku belum pernah semenanti ini untuk pengumuman. Aku pernah menunggu pengumuman, tapi rasanya tidak seperti ini. Yang awalnya iseng ko berasa jadi serius. Yang tadinya mikir ah nothing to lose sih bagaimanapun hasilnya ko berasa semakin berharap. Ya Allah, jika ini memang yang terbaik, tolong loloskan hamba.

Aku pernah merasakan bagaimana rasanya gagal di tahap akhir. Tapi kali ini ko rasanya keinginan untuk lolos semakin besar. Aku tahu bagaimana konsekuensi apabila aku lolos. Mulai dari 0 lagi, adaptasi lagi, meurih lagi. Tapi dengan keyakinan ini aku merasa bahwa aku mampu untuk menghadapi itu semua. Ini adalah kali kedua untuk mencapai ke Kementerian Keuangan setelah sebelumnya mencoba daftar ke STAN. Tahapan tes STAN pun telah aku lalui sampai akhir. tapi mungkin memang belum jodoh. Dan aku tahu bahwa untuk masuk ke Kementerian Keuangan tidak hanya lewat STAN. Dan ini pula alasan aku untuk mencoba kembali.

23 November 2017
H-5 pengumuman. Entah mengapa mulai hari ini aku tidak lagi terlalu meresahkan hasil tes kemarin. Sepertinya aku sudah pasrah dengan hasil yang akan diperoleh. Yakin saja bahwa bagaimanapun hasilnya itu yang terbaik untukku saat ini.

28 November 2017
Hari ini pengumuman hasil akhir tes CPNS Kemenkeu. Aku merasa hari ini biasa saja. Bahkan aku tidak deg degan sama sekali dengan hasil tes. Aneh memang, seminggu sebelumnya kepikiran, tapi pas hari H malah biasa saja. Aku pun santai saja karena di pengumuman sebelumnya itu selalu muncul ketika larut malam. Jadi mungkin aku baru akan melihat pengumuman tersebut keesokan harinya.

Setelah Isya, aku mengerjakan tugas membuat resume salah satu mata kuliah yang sedang aku ikuti. Tiba-tiba Ceu Eli nanya, “Za, udah ada pengumuman ya? Kamu gimana hasilnya?”. Aku yang saat itu sedang mengerjakan tugas masih biasa saja karena memang kebetulan ponselku sedang dicharge. “Wah iya gitu? Kata siapa?”.“Ini kata temenku udah ada. Ayo cek Zaa”. Kemudian aku langsung buka hp, dan ternyata betul di grup-grup rekrutmen sudah ramai. Aku pun langsung buka web Kemenkeu, sementara teman mess yang lain pasang muka kepo dan jadi ikut nunggu pengumuman dari aku wkwk.

File pengumuman kuunduh. Dan ketika kucari namaku, dengan beberapa detik loading sambil berdo’a dan pasrah, ternyata muncul. Alhamdulilllah ya Rabb. Aku langsung teriak tapi ketahan, “Aaaa”. Seketika kamar langsung heboh.
“Za kamu lolos?”
“Za serius? Whaa selamaat!!”
“Aku udah feeling sih sebenernya.”
“Iya aku juga udah feeling Kanza bakal lolos”
“Gimana ih tipsnya?”
“Ih kamu kapan tes kesehatannya? Ko aku ga tau?”
“. . .”

Dan langsunglah saat itu aku jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Ya Alhamdulillah aku tes psikotes dan kesehatan di weekend, sehingga ga perlu cuti dari kantor. Makanya banyak yang tidak tahu aku sudah sampai tahap ini. Segala puji dan syukur dipanjatkan berkali-kali, lalu aku langsung menghubungi ortu untuk mengabarkan kabar bahagia ini. Kebetulan malam itu adikku tiba-tiba telpon, jadi aku kabari juga saat itu.

Rencana Allah memang tidak ada yang tau ya. 4 tahun yang lalu aku gagal masuk STAN, tapi sekarang akhirnya aku bisa masuk instansi yang SDMnya rata-rata dari lulusan STAN. Ternyata istilah “kegagalan adalah awal keberhasilan” itu benar (benar kalau mau terus berusaha tentunya). Intinya banyak hikmah yang dapat diambil dari sebuah kejadian. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah dan tetap berusaha J.