21 November 2017
Terkadang waktu terasa berjalan
cepat jika kita berada dalam zona nyaman, terlalu menikmati hidup atau larut
dalam kesibukan. Namun terkadang waktu terasa berjalan lambat jika kita
menunggu atau sedang dalam penantian. Apalagi jika menunggu hal yang belum pasti.
Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Apakah rencana dan
harapan kita sesuai dengan suratan takdir-Nya? Atau justru takdir-Nya jauh
berbeda dengan apa yang kita rencanakan, Dan yang bisa kita lakukan hanyalah
berusaha, berdo’a dan menunggu hasil dari apa yang telah kita usahakan.
Menunggu memang hal yang sangat membosankan bukan?
***
Hari ini tepatnya H-7 pengumuman
rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017. Sebelumnya aku sempat bimbang untuk
mengikuti rekrutmen ini atau tidak. Banyak hal yang dipertimbangkan hingga
akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti rekrutmen ini. Aku harus mempersiapkan
diri untuk menerima segala konsekuansi atas pilihanku kali ini.
Walaupun awalnya iseng mendaftar,
tentunya tetap harus mempersiapkan diri. Apalagi dengan suguhan pemandangan
orang yang belajar tiap harinya menjelang tes. Aku yang tadinya tidak terlalu
semangat untuk belajar, jadi lebih termotivasi karena melihat teman sekamarku
rajin belajar. Ya mereka belajar dari buku CPNS yang tebal-tebal itu. Sedangkan
aku yang hanya bermodalkan aplikasi dari playstore dan soft file materi atau
contoh soal dari grup. Aku bergabung dengan grup yang ditemukan dari kaskus dan
twitter.
4 Oktober 2017
Sore itu pengumuman seleksi
administrasi. Aku masih berada di kantor dan membuka pengumuman bersama
teman-temanku. Waktu itu tepatnya ada rekan kerja yang resign dan dia mendaftar
ke Kemenkeu juga. Ketika pengumuman sudah terbuka, kami langsung mencari nama
kami satu per satu. Namun ternyata namaku tidak ditemukan, hiks. Tapi ternyata
untuk lokasi Jakarta terdapat 2 file. Dan ketika aku cari namaku di file
berikutnya, Alhamdulillah namaku ditemukan.
13 Oktober 2017
Hari ini jadwal untuk pengambilan
TPU (Tanda Peserta Ujian) yang bertempat di kampus STAN. Kampus impian zaman
sekolah dulu. Untuk pertama kalinya melihat langsung kampus ini. Tapi sayangnya
karena waktu yang terbatas, aku tak sempat untuk mengabadikan momen tersebut
dalam foto L.
Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kantor dan tidak memakan waktu
yang terlalu lama, superiorku menyarankan agar aku tidak usah izin cuti
setengah hari melainkan izin keluar saja dan ganti jam selama aku keluar. Aku
mengganti 2 ¼ jam untuk mengambil kartu dan pulang telat hari itu.
25 Oktober 2017
Aku mengikuti tes SKD (Seleksi
Kompetensi Dasar) sebagai tes awal. Tes ini bertempat di Maria Convention Hall,
Jakarta Timur yang jaraknya cukup jauh dari mess. Aku berangkat dari mess pukul
7.45 dan sampai di lokasi pukul 10.00 WIB. Di sana aku bertemu dengan Dwi,
teman sekampus Polban yang kenal dari LKMM. Aku juga berkenalan dengan Saleh
yang ternyata dari Polban juga. Sambil menunggu tes, kami ngobrol dan sharing
pengalaman kerja setelah 1 tahun 1 bulan lulus dari Polban. Pukul 11.00 peserta
tes sesi 3 mulai diinstruksikan untuk mulai registrasi. Dan di sinilah insiden
itu terjadi. Tempat pensilku tertinggal, mungkin terjatuh saat akan registrasi.
Btw itu tempat pensil isinya komplit dan menyimpan cukup banyak kenangan.
Beberapa kali aku tes kerja dan membawa tempat pensil itu. Tempat pensil itu
pula yang mengantarkanku ke perusahaan tempatku bekerja sekarang. Isinya sih
lebih tepatnya, tapi kan disimpan dalam tempat pensil tersebut.
10 Desember 2014
Aku baru menyadari ternyata aku kehilangan
banyak barang (termasuk tempat pensil). Yang biasanya punya segala macam alat
tulis, tiba-tiba jadi tak punya apa-apa. Yaa ternyata tasku yang dicuri orang
itu berisi banyak barang. Dan pagi ini, aku mendengar obrolan ibu kos bahwa
listrik naik. Ya Allah cobaan apa lagi ini? Belum selesai memikirkan bagaimana
tugas di laptop, flashdisk, informasi di handphone dan peralatan kuliah lainnya
yang hilang, kini ditambah listrik naik L.
Sepanjang perjalanan ke kampus aku galau, sedih. Dan sesampainya di kelas, aku
menangis. Ya mungkin orang lain yang melihat merasa aku telat untuk menangis
berhubung kejadiaan naas itu terjadi pada hari Senin tapi aku baru sedih di
hari Rabu. Di tengah kesedihan itu, sahabatku, Rahmi memberikanku Al_Quran
terjemahan yang lucu sebagai pengganti Quranku yang hilang bersama tas itu.
Sahabatku, Riri memberikanku sebuah kado yang isinya adalah tempat pensil
beserta pulpen dan type-ex.
Setelah registrasi, peserta
menunggu di sebuah tempat sambil ditayangkan video tutorial pengerjaan tes. Di
sana aku bertemu dengan Pipit, teman dari Polban juga. Yaa memang cukup banyak
teman dari Polban yang aku temui saat tes ini. Mohon maaf kepada namanya yang
tidak disebut yaa hehe. Sebetulnya aku mulai lapar, tapi tasku sudah disita
panitia. Jadinya hanya bisa menunggu dan berharap tetap fokus mengerjakan walau
perut kriuk kriuk.
Ketika memasuki ruangan tes, yang
aku rasakan adalah dingin, ngantuk dan lapar. Sambil menunggu instruksi
selanjutnya aku berdo’a agar diberi kemudahan dalam menjawab soal. Tes pun
dimulai dan ketika awal melihat soal TWK, rasanya perutku tiba2 mulas dan
kepalaku pusing. Materi yang aku pelajari sebelumnya hanya muncul sedikit dan
sisanya pasrah mengikuti insting. Banyak soal yang aku lewatkan terlebih
dahulu. Ketika aku coba buka soal TIU, aku langsung disuguhkan soal cerita yang
panjang. Beberapa menit berlalu, akhirnya aku putuskan untuk mengerjakan soal
TKP terlebih dahulu. Setelah itu aku lanjutkan mengerjakan soal yang masih
bolong-bolong hingga tersisa beberapa detik lagi. Saat itu aku pasrah langsung
menundukkan kepala ke meja dan ketika melihat ke layar Alhamdulillah aku lolos
passing grade. Walaupun sebetulnya agak nyes juga liat skornya L
Tapi yaa semoga skor ini bisa jadi modal aku ke tahap selanjutnya. Harus tetap
optimis, berharap tidak dosa kan?
Setelah keluar dari ruangan, aku
bertemu dengan Pipit, Isma dan Liska. Btw Liska ini teman waktu sekolah di SMKN
1 Tasikmalaya. Kemudian aku bertemu dengan Nanda, teman sekelasku di UMB. Hari
itu malamnya kami ada UTS dan akhirnya memutuskan untuk naik ojek online
pulangnya karena kalau pakai bus atau kereta tidak akan keburu.
30 Oktober 2017
Pengumuman hasil tes SKD keluar.
Setelah ditunggu-tunggu dari pagi ternyata baru muncul malam hari saat aku mau
tidur. Kira-kira pukul 22.30 WIB grup rekrutmen baik di line maupun whatsapp
rame. Aku langsung cek pengumuman dan Alhamdulillah aku lolos. Namun tak
berhenti di situ, semakin malam grup semakin rame karena dicurigai adanya
kecurangan dalam proses rekrutmen. Hal ini dikarenakan adanya peserta yang
mendapat nilai tinggi lolos, tapi nilai rendah lolos. Namun saat itu aku
positif thinking saja toh kalau mau curang buat apa nilainya ditampilkan, nanti
ketahuan dong. Jadi aku berasumsi bahwa mereka berada di jalur yang berbeda
atau jurusan yang berbeda.
Berita-berita tentang kecurigaan
adanya kecurangan ini pun banyak beredar di internet. Sampai-sampai minkeu
(admin sosmed kemenkeu) kebanjiran hujat dan pertanyaan yang bertubi-tubi dari
peserta. Panitia sampai mengadakan konferensi pers terkait hal ini. Dan
ternyata benar dugaanku yaitu adanya pengelompokkan berdasarkan jalur dan
jurusan. Sebetulnya dengan melihat adanya berbagai jurusan yang tertulis saat
pengumuman formasi, secara logika dapat disimpulkan bahwa formasi tersebut
membutuhkan orang-orang dari jurusan yang berbeda-beda tersebut. Jadi wajar
kalau memang ada kuota per jurusan. Namun sayangnya kuota per jurusan ini tidak
diberitahukan di awal pengumuman, sehingga banyak peserta yang mengira bahwa
tidak ada kuota per jurusan karena memang di pengumuman awal tidak dijelaskan.
Panitia sampai menampilkan pengumuman terbaru yang berisi nilai seluruh peserta
sehingga terlihat yang lulus dan tidak lulus.
5 November 2017
Psikotes online dan bertempat di
STAN. Hey STAN, aku kembali J. Tapi lagi-lagi aku tidak mengabadikan momen ketika
berada di sana. Kenapa? Karena setelah tes aku mau bertemu dengan teman
sekelasku yang lolos ke tahap ini yaitu Anggie dan Arini. Karena mereka absen
atas, mereka masuk ke sesi 1. Kalau aku mau foto-foto dulu, sepertinya lebih
cuco kalau fotonya di gerbang depan yang ada tulisan STAN besar. Tapi sayangnya
lumayan jauh dari gedung tes, dan ya takutnya temen-temen keburu bosen juga
nunggu aku. Jadi aku langsung pesan ojek online di depan gedung saja.
Soal-soal yang ada pada tes ini
sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan TIU di SKD, namun waktunya singkat.
Aku sempat agak galau juga karena ada 2 soal yang tidak sempat terisi gara-gara
tidak memperhatikan waktu. Aku selalu positif thinking bahwa peserta lain itu
hebat dan pintar-pintar sehingga aku galau kalau hanya aku yang tidak sempat
menjawab semua soal. Tapi ternyata setelah aku membaca di grup dan di kaskus,
cukup banyak juga yang tidak terjawab semuanya.
10 November 2017
Pengumuman psikotes yang
ditunggu-tunggu belum muncul sampai aku tertidur. Aku terbangun keesokan
harinya pukul 2.36 dan langsung cek pengumuman. Alhamdulillah namaku ada di
daftar nama yang lulus tes J.
18 November 2017
Tes kesehatan yang dilaksanakan
di Pusdiklat Bea dan Cukai Jakarta Timur. Yup ini tes terakhir. Selangkah lagi
untuk masuk Kementrian Keuangan. Tes ini berlangsung mulai pukul 07.00-10.00.
Karena jarak yang cukup jauh dari mess dan supaya cukup istirahat, aku
memutuskan untuk ikut numpang inap di rumah Arin di Cempaka Putih. Pagi harinya
kamu berdua bersama-sama menuju lokasi tes. Kami tiba di lokasi pukul 6.24 dan
mendapat nomor antrean 115 dan 116. Kira-kira yang dapat nomor antrean 1 tiba
di lokasi jam berapa ya?
Tes dimulai dari penimbangan
berat badan dan ukur tinggi badan. Sebelumnya aku memang berusaha untuk
mengurangi makanan yang berlemak untuk menghadap tes ini dengan harapan berat
badan turun sedikit. Dan Alhamdulillah ketika ditimbang, beratku turun 1 kg
dari biasanya. Untuk tinggi badan, aku pasrah karena memang kurang tinggi L.
Tapi setidaknya dengan perhitungan BMI aku BBxTB aku tergolong ideal. Setelah
itu dilakukan ke pengukuran tensi dan denyut nadi sambil diwawancara tentang
riwayat penyakit sedikit. Aku sempat ditanya, “kamu deg-degan ya? Ini nadinya
kenceng banget.” Padahal aku udah berusaha untuk rileks tapi yaa tetep aja
deg-degan. Semoga tidak berdampak buruk di hasilnya yaa.
Setelah itu aku tes mata.
Sebelumnya aku ditanya ada gangguan mata atau tidak. Terus aku jawab bahwa
setahun yang lalu terakhir periksa mataku -¼ tapi ga tahu kalau sekarang. Lalu
kemudian aku tes mata. Yang tes itu ibu-ibu agak galak, dan ketika aku disuruh
menyebutkan huruf-huruf, tiba-tiba ibunya bilang, “kamu pakai softkens ya?”.
Sontak aku kaget dituduh gitu. Aku jawab aja tidak karena memang ga pakai
softlens. Boro-boro mau pake, punya aja engga. Makenya juga ga berani. Dari
situ aku menduga bahwa aku sekarang matanya sehat lagi. Tapi galau juga karena
takutnya tetep disangka pakai softlens, hmm. Btw sebelum tes aku rajin makan
wortel. Mungkin ini mempengaruhi kesehatan mataku menjadi normal kembali, hehe.
Selanjutnya aku masuk tes
pemeriksaan fisik. Aku ingat aku masuk ruangan 15 dan diperiksa oleh dr. Mila.
Di dalam ruangan, aku menjalani tes buta warna. Kemudian aku disuruh berbaring
di kasur. Dada dan perutku ditekan-tekan dan dicek menggunakan stetoskop.
Kemudian lututku diketok pake palu. Mulut, hidung dan telinga diintip. Dan
punggungku diketok-ketok juga sambil ditanyain sakit atau engga. Terakhir dicek
varises.
Setelah tes, ada peserta lain
yang bertanya bagaimana hasil tes kesehatan tadi apakah aku lihat atau tidak.
Tapi aku ga lihat karena sibuk merapikan kerudung saat dokter menuliskan hasil.
Jadi di tes keseharan ini ada pilihan Sehat/Sehat dengan Catatan/Kurang
Sehat/Gagal, nantinya dokter akan memilih masuk kategori manakah kita. Untuk
yang sempat mengintip, ada yang cerita bahwa ia sehat da nada juga yang masuk
kategori sehat dengan catatan. Di sinilah aku kembali galau karena tidak tahu
masuk kategori mana. Kalau dirasa-rasa sih yaa rasanya sehat-sehat saja. Tapi
kan entah penilaian dokter bagaimana. Semoga saja benar-benar sehat dan
mendapat poin besar di tes ini mengingat hasil akhir diambil dari integrasi 40%
SKD + 60% Kesehatan.
***
22 November 2017
H-6 pengumuman. Ah tanggal 28
semakin dinanti. Tidak hanya karena tanggal gajian, tetapi juga merupakan
tanggal pengumuman ke mana kaki ini akan melangkah hahah lebay :D. Sesungguhnya
aku belum pernah semenanti ini untuk pengumuman. Aku pernah menunggu
pengumuman, tapi rasanya tidak seperti ini. Yang awalnya iseng ko berasa jadi
serius. Yang tadinya mikir ah nothing to
lose sih bagaimanapun hasilnya ko berasa semakin berharap. Ya Allah, jika
ini memang yang terbaik, tolong loloskan hamba.
Aku pernah merasakan bagaimana
rasanya gagal di tahap akhir. Tapi kali ini ko rasanya keinginan untuk lolos
semakin besar. Aku tahu bagaimana konsekuensi apabila aku lolos. Mulai dari 0
lagi, adaptasi lagi, meurih lagi.
Tapi dengan keyakinan ini aku merasa bahwa aku mampu untuk menghadapi itu
semua. Ini adalah kali kedua untuk mencapai ke Kementerian Keuangan setelah
sebelumnya mencoba daftar ke STAN. Tahapan tes STAN pun telah aku lalui sampai
akhir. tapi mungkin memang belum jodoh. Dan aku tahu bahwa untuk
masuk ke Kementerian Keuangan tidak hanya lewat STAN. Dan ini pula alasan aku
untuk mencoba kembali.
23 November 2017
H-5 pengumuman. Entah mengapa
mulai hari ini aku tidak lagi terlalu meresahkan hasil tes kemarin. Sepertinya
aku sudah pasrah dengan hasil yang akan diperoleh. Yakin saja bahwa
bagaimanapun hasilnya itu yang terbaik untukku saat ini.
28 November 2017
Hari ini pengumuman hasil akhir
tes CPNS Kemenkeu. Aku merasa hari ini biasa saja. Bahkan aku tidak deg degan
sama sekali dengan hasil tes. Aneh memang, seminggu sebelumnya kepikiran, tapi
pas hari H malah biasa saja. Aku pun santai saja karena di pengumuman
sebelumnya itu selalu muncul ketika larut malam. Jadi mungkin aku baru akan
melihat pengumuman tersebut keesokan harinya.
Setelah Isya, aku mengerjakan tugas
membuat resume salah satu mata kuliah yang sedang aku ikuti. Tiba-tiba Ceu Eli
nanya, “Za, udah ada pengumuman ya? Kamu gimana hasilnya?”. Aku yang saat itu
sedang mengerjakan tugas masih biasa saja karena memang kebetulan ponselku
sedang dicharge. “Wah iya gitu? Kata siapa?”.“Ini kata temenku udah ada. Ayo
cek Zaa”. Kemudian aku langsung buka hp, dan ternyata betul di grup-grup
rekrutmen sudah ramai. Aku pun langsung buka web Kemenkeu, sementara teman mess
yang lain pasang muka kepo dan jadi ikut nunggu pengumuman dari aku wkwk.
File pengumuman kuunduh. Dan ketika kucari namaku, dengan
beberapa detik loading sambil berdo’a dan pasrah, ternyata muncul.
Alhamdulilllah ya Rabb. Aku langsung teriak tapi ketahan, “Aaaa”. Seketika
kamar langsung heboh.
“Za kamu lolos?”
“Za serius? Whaa selamaat!!”
“Aku udah feeling sih sebenernya.”
“Iya aku juga udah feeling Kanza bakal lolos”
“Gimana ih tipsnya?”
“Ih kamu kapan tes kesehatannya? Ko aku ga tau?”
“. . .”
Dan langsunglah saat itu aku
jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Ya Alhamdulillah aku tes psikotes dan
kesehatan di weekend, sehingga ga perlu cuti dari kantor. Makanya banyak yang
tidak tahu aku sudah sampai tahap ini. Segala puji dan syukur dipanjatkan berkali-kali,
lalu aku langsung menghubungi ortu untuk mengabarkan kabar bahagia ini.
Kebetulan malam itu adikku tiba-tiba telpon, jadi aku kabari juga saat itu.
Rencana Allah memang tidak ada
yang tau ya. 4 tahun yang lalu aku gagal masuk STAN, tapi sekarang akhirnya aku
bisa masuk instansi yang SDMnya rata-rata dari lulusan STAN. Ternyata istilah
“kegagalan adalah awal keberhasilan” itu benar (benar kalau mau terus berusaha
tentunya). Intinya banyak hikmah yang dapat diambil dari sebuah kejadian. Oleh
karena itu, jangan pernah menyerah dan tetap berusaha J.