Translate

Selasa, 02 Januari 2018

Catatan Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017 (Part 1)

21 November 2017
Terkadang waktu terasa berjalan cepat jika kita berada dalam zona nyaman, terlalu menikmati hidup atau larut dalam kesibukan. Namun terkadang waktu terasa berjalan lambat jika kita menunggu atau sedang dalam penantian. Apalagi jika menunggu hal yang belum pasti. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Apakah rencana dan harapan kita sesuai dengan suratan takdir-Nya? Atau justru takdir-Nya jauh berbeda dengan apa yang kita rencanakan, Dan yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha, berdo’a dan menunggu hasil dari apa yang telah kita usahakan. Menunggu memang hal yang sangat membosankan bukan?
***

Hari ini tepatnya H-7 pengumuman rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017. Sebelumnya aku sempat bimbang untuk mengikuti rekrutmen ini atau tidak. Banyak hal yang dipertimbangkan hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti rekrutmen ini. Aku harus mempersiapkan diri untuk menerima segala konsekuansi atas pilihanku kali ini.

Walaupun awalnya iseng mendaftar, tentunya tetap harus mempersiapkan diri. Apalagi dengan suguhan pemandangan orang yang belajar tiap harinya menjelang tes. Aku yang tadinya tidak terlalu semangat untuk belajar, jadi lebih termotivasi karena melihat teman sekamarku rajin belajar. Ya mereka belajar dari buku CPNS yang tebal-tebal itu. Sedangkan aku yang hanya bermodalkan aplikasi dari playstore dan soft file materi atau contoh soal dari grup. Aku bergabung dengan grup yang ditemukan dari kaskus dan twitter.

4 Oktober 2017
Sore itu pengumuman seleksi administrasi. Aku masih berada di kantor dan membuka pengumuman bersama teman-temanku. Waktu itu tepatnya ada rekan kerja yang resign dan dia mendaftar ke Kemenkeu juga. Ketika pengumuman sudah terbuka, kami langsung mencari nama kami satu per satu. Namun ternyata namaku tidak ditemukan, hiks. Tapi ternyata untuk lokasi Jakarta terdapat 2 file. Dan ketika aku cari namaku di file berikutnya, Alhamdulillah namaku ditemukan.

13 Oktober 2017
Hari ini jadwal untuk pengambilan TPU (Tanda Peserta Ujian) yang bertempat di kampus STAN. Kampus impian zaman sekolah dulu. Untuk pertama kalinya melihat langsung kampus ini. Tapi sayangnya karena waktu yang terbatas, aku tak sempat untuk mengabadikan momen tersebut dalam foto L. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kantor dan tidak memakan waktu yang terlalu lama, superiorku menyarankan agar aku tidak usah izin cuti setengah hari melainkan izin keluar saja dan ganti jam selama aku keluar. Aku mengganti 2 ¼ jam untuk mengambil kartu dan pulang telat hari itu.

25 Oktober 2017
Aku mengikuti tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) sebagai tes awal. Tes ini bertempat di Maria Convention Hall, Jakarta Timur yang jaraknya cukup jauh dari mess. Aku berangkat dari mess pukul 7.45 dan sampai di lokasi pukul 10.00 WIB. Di sana aku bertemu dengan Dwi, teman sekampus Polban yang kenal dari LKMM. Aku juga berkenalan dengan Saleh yang ternyata dari Polban juga. Sambil menunggu tes, kami ngobrol dan sharing pengalaman kerja setelah 1 tahun 1 bulan lulus dari Polban. Pukul 11.00 peserta tes sesi 3 mulai diinstruksikan untuk mulai registrasi. Dan di sinilah insiden itu terjadi. Tempat pensilku tertinggal, mungkin terjatuh saat akan registrasi. Btw itu tempat pensil isinya komplit dan menyimpan cukup banyak kenangan. Beberapa kali aku tes kerja dan membawa tempat pensil itu. Tempat pensil itu pula yang mengantarkanku ke perusahaan tempatku bekerja sekarang. Isinya sih lebih tepatnya, tapi kan disimpan dalam tempat pensil tersebut.
10 Desember 2014
Aku baru menyadari ternyata aku kehilangan banyak barang (termasuk tempat pensil). Yang biasanya punya segala macam alat tulis, tiba-tiba jadi tak punya apa-apa. Yaa ternyata tasku yang dicuri orang itu berisi banyak barang. Dan pagi ini, aku mendengar obrolan ibu kos bahwa listrik naik. Ya Allah cobaan apa lagi ini? Belum selesai memikirkan bagaimana tugas di laptop, flashdisk, informasi di handphone dan peralatan kuliah lainnya yang hilang, kini ditambah listrik naik L. Sepanjang perjalanan ke kampus aku galau, sedih. Dan sesampainya di kelas, aku menangis. Ya mungkin orang lain yang melihat merasa aku telat untuk menangis berhubung kejadiaan naas itu terjadi pada hari Senin tapi aku baru sedih di hari Rabu. Di tengah kesedihan itu, sahabatku, Rahmi memberikanku Al_Quran terjemahan yang lucu sebagai pengganti Quranku yang hilang bersama tas itu. Sahabatku, Riri memberikanku sebuah kado yang isinya adalah tempat pensil beserta pulpen dan type-ex.

Setelah registrasi, peserta menunggu di sebuah tempat sambil ditayangkan video tutorial pengerjaan tes. Di sana aku bertemu dengan Pipit, teman dari Polban juga. Yaa memang cukup banyak teman dari Polban yang aku temui saat tes ini. Mohon maaf kepada namanya yang tidak disebut yaa hehe. Sebetulnya aku mulai lapar, tapi tasku sudah disita panitia. Jadinya hanya bisa menunggu dan berharap tetap fokus mengerjakan walau perut kriuk kriuk.

Ketika memasuki ruangan tes, yang aku rasakan adalah dingin, ngantuk dan lapar. Sambil menunggu instruksi selanjutnya aku berdo’a agar diberi kemudahan dalam menjawab soal. Tes pun dimulai dan ketika awal melihat soal TWK, rasanya perutku tiba2 mulas dan kepalaku pusing. Materi yang aku pelajari sebelumnya hanya muncul sedikit dan sisanya pasrah mengikuti insting. Banyak soal yang aku lewatkan terlebih dahulu. Ketika aku coba buka soal TIU, aku langsung disuguhkan soal cerita yang panjang. Beberapa menit berlalu, akhirnya aku putuskan untuk mengerjakan soal TKP terlebih dahulu. Setelah itu aku lanjutkan mengerjakan soal yang masih bolong-bolong hingga tersisa beberapa detik lagi. Saat itu aku pasrah langsung menundukkan kepala ke meja dan ketika melihat ke layar Alhamdulillah aku lolos passing grade. Walaupun sebetulnya agak nyes juga liat skornya L Tapi yaa semoga skor ini bisa jadi modal aku ke tahap selanjutnya. Harus tetap optimis, berharap tidak dosa kan?

Setelah keluar dari ruangan, aku bertemu dengan Pipit, Isma dan Liska. Btw Liska ini teman waktu sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya. Kemudian aku bertemu dengan Nanda, teman sekelasku di UMB. Hari itu malamnya kami ada UTS dan akhirnya memutuskan untuk naik ojek online pulangnya karena kalau pakai bus atau kereta tidak akan keburu.

30 Oktober 2017
Pengumuman hasil tes SKD keluar. Setelah ditunggu-tunggu dari pagi ternyata baru muncul malam hari saat aku mau tidur. Kira-kira pukul 22.30 WIB grup rekrutmen baik di line maupun whatsapp rame. Aku langsung cek pengumuman dan Alhamdulillah aku lolos. Namun tak berhenti di situ, semakin malam grup semakin rame karena dicurigai adanya kecurangan dalam proses rekrutmen. Hal ini dikarenakan adanya peserta yang mendapat nilai tinggi lolos, tapi nilai rendah lolos. Namun saat itu aku positif thinking saja toh kalau mau curang buat apa nilainya ditampilkan, nanti ketahuan dong. Jadi aku berasumsi bahwa mereka berada di jalur yang berbeda atau jurusan yang berbeda.

Berita-berita tentang kecurigaan adanya kecurangan ini pun banyak beredar di internet. Sampai-sampai minkeu (admin sosmed kemenkeu) kebanjiran hujat dan pertanyaan yang bertubi-tubi dari peserta. Panitia sampai mengadakan konferensi pers terkait hal ini. Dan ternyata benar dugaanku yaitu adanya pengelompokkan berdasarkan jalur dan jurusan. Sebetulnya dengan melihat adanya berbagai jurusan yang tertulis saat pengumuman formasi, secara logika dapat disimpulkan bahwa formasi tersebut membutuhkan orang-orang dari jurusan yang berbeda-beda tersebut. Jadi wajar kalau memang ada kuota per jurusan. Namun sayangnya kuota per jurusan ini tidak diberitahukan di awal pengumuman, sehingga banyak peserta yang mengira bahwa tidak ada kuota per jurusan karena memang di pengumuman awal tidak dijelaskan. Panitia sampai menampilkan pengumuman terbaru yang berisi nilai seluruh peserta sehingga terlihat yang lulus dan tidak lulus.

5 November 2017
Psikotes online dan bertempat di STAN. Hey STAN, aku kembali J. Tapi lagi-lagi aku tidak mengabadikan momen ketika berada di sana. Kenapa? Karena setelah tes aku mau bertemu dengan teman sekelasku yang lolos ke tahap ini yaitu Anggie dan Arini. Karena mereka absen atas, mereka masuk ke sesi 1. Kalau aku mau foto-foto dulu, sepertinya lebih cuco kalau fotonya di gerbang depan yang ada tulisan STAN besar. Tapi sayangnya lumayan jauh dari gedung tes, dan ya takutnya temen-temen keburu bosen juga nunggu aku. Jadi aku langsung pesan ojek online di depan gedung saja.

Soal-soal yang ada pada tes ini sebetulnya jauh lebih mudah dibandingkan TIU di SKD, namun waktunya singkat. Aku sempat agak galau juga karena ada 2 soal yang tidak sempat terisi gara-gara tidak memperhatikan waktu. Aku selalu positif thinking bahwa peserta lain itu hebat dan pintar-pintar sehingga aku galau kalau hanya aku yang tidak sempat menjawab semua soal. Tapi ternyata setelah aku membaca di grup dan di kaskus, cukup banyak juga yang tidak terjawab semuanya.

10 November 2017
Pengumuman psikotes yang ditunggu-tunggu belum muncul sampai aku tertidur. Aku terbangun keesokan harinya pukul 2.36 dan langsung cek pengumuman. Alhamdulillah namaku ada di daftar nama yang lulus tes J.

18 November 2017
Tes kesehatan yang dilaksanakan di Pusdiklat Bea dan Cukai Jakarta Timur. Yup ini tes terakhir. Selangkah lagi untuk masuk Kementrian Keuangan. Tes ini berlangsung mulai pukul 07.00-10.00. Karena jarak yang cukup jauh dari mess dan supaya cukup istirahat, aku memutuskan untuk ikut numpang inap di rumah Arin di Cempaka Putih. Pagi harinya kamu berdua bersama-sama menuju lokasi tes. Kami tiba di lokasi pukul 6.24 dan mendapat nomor antrean 115 dan 116. Kira-kira yang dapat nomor antrean 1 tiba di lokasi jam berapa ya?

Tes dimulai dari penimbangan berat badan dan ukur tinggi badan. Sebelumnya aku memang berusaha untuk mengurangi makanan yang berlemak untuk menghadap tes ini dengan harapan berat badan turun sedikit. Dan Alhamdulillah ketika ditimbang, beratku turun 1 kg dari biasanya. Untuk tinggi badan, aku pasrah karena memang kurang tinggi L. Tapi setidaknya dengan perhitungan BMI aku BBxTB aku tergolong ideal. Setelah itu dilakukan ke pengukuran tensi dan denyut nadi sambil diwawancara tentang riwayat penyakit sedikit. Aku sempat ditanya, “kamu deg-degan ya? Ini nadinya kenceng banget.” Padahal aku udah berusaha untuk rileks tapi yaa tetep aja deg-degan. Semoga tidak berdampak buruk di hasilnya yaa.

Setelah itu aku tes mata. Sebelumnya aku ditanya ada gangguan mata atau tidak. Terus aku jawab bahwa setahun yang lalu terakhir periksa mataku -¼ tapi ga tahu kalau sekarang. Lalu kemudian aku tes mata. Yang tes itu ibu-ibu agak galak, dan ketika aku disuruh menyebutkan huruf-huruf, tiba-tiba ibunya bilang, “kamu pakai softkens ya?”. Sontak aku kaget dituduh gitu. Aku jawab aja tidak karena memang ga pakai softlens. Boro-boro mau pake, punya aja engga. Makenya juga ga berani. Dari situ aku menduga bahwa aku sekarang matanya sehat lagi. Tapi galau juga karena takutnya tetep disangka pakai softlens, hmm. Btw sebelum tes aku rajin makan wortel. Mungkin ini mempengaruhi kesehatan mataku menjadi normal kembali, hehe.

Selanjutnya aku masuk tes pemeriksaan fisik. Aku ingat aku masuk ruangan 15 dan diperiksa oleh dr. Mila. Di dalam ruangan, aku menjalani tes buta warna. Kemudian aku disuruh berbaring di kasur. Dada dan perutku ditekan-tekan dan dicek menggunakan stetoskop. Kemudian lututku diketok pake palu. Mulut, hidung dan telinga diintip. Dan punggungku diketok-ketok juga sambil ditanyain sakit atau engga. Terakhir dicek varises.

Setelah tes, ada peserta lain yang bertanya bagaimana hasil tes kesehatan tadi apakah aku lihat atau tidak. Tapi aku ga lihat karena sibuk merapikan kerudung saat dokter menuliskan hasil. Jadi di tes keseharan ini ada pilihan Sehat/Sehat dengan Catatan/Kurang Sehat/Gagal, nantinya dokter akan memilih masuk kategori manakah kita. Untuk yang sempat mengintip, ada yang cerita bahwa ia sehat da nada juga yang masuk kategori sehat dengan catatan. Di sinilah aku kembali galau karena tidak tahu masuk kategori mana. Kalau dirasa-rasa sih yaa rasanya sehat-sehat saja. Tapi kan entah penilaian dokter bagaimana. Semoga saja benar-benar sehat dan mendapat poin besar di tes ini mengingat hasil akhir diambil dari integrasi 40% SKD + 60% Kesehatan.
***

22 November 2017
H-6 pengumuman. Ah tanggal 28 semakin dinanti. Tidak hanya karena tanggal gajian, tetapi juga merupakan tanggal pengumuman ke mana kaki ini akan melangkah hahah lebay :D. Sesungguhnya aku belum pernah semenanti ini untuk pengumuman. Aku pernah menunggu pengumuman, tapi rasanya tidak seperti ini. Yang awalnya iseng ko berasa jadi serius. Yang tadinya mikir ah nothing to lose sih bagaimanapun hasilnya ko berasa semakin berharap. Ya Allah, jika ini memang yang terbaik, tolong loloskan hamba.

Aku pernah merasakan bagaimana rasanya gagal di tahap akhir. Tapi kali ini ko rasanya keinginan untuk lolos semakin besar. Aku tahu bagaimana konsekuensi apabila aku lolos. Mulai dari 0 lagi, adaptasi lagi, meurih lagi. Tapi dengan keyakinan ini aku merasa bahwa aku mampu untuk menghadapi itu semua. Ini adalah kali kedua untuk mencapai ke Kementerian Keuangan setelah sebelumnya mencoba daftar ke STAN. Tahapan tes STAN pun telah aku lalui sampai akhir. tapi mungkin memang belum jodoh. Dan aku tahu bahwa untuk masuk ke Kementerian Keuangan tidak hanya lewat STAN. Dan ini pula alasan aku untuk mencoba kembali.

23 November 2017
H-5 pengumuman. Entah mengapa mulai hari ini aku tidak lagi terlalu meresahkan hasil tes kemarin. Sepertinya aku sudah pasrah dengan hasil yang akan diperoleh. Yakin saja bahwa bagaimanapun hasilnya itu yang terbaik untukku saat ini.

28 November 2017
Hari ini pengumuman hasil akhir tes CPNS Kemenkeu. Aku merasa hari ini biasa saja. Bahkan aku tidak deg degan sama sekali dengan hasil tes. Aneh memang, seminggu sebelumnya kepikiran, tapi pas hari H malah biasa saja. Aku pun santai saja karena di pengumuman sebelumnya itu selalu muncul ketika larut malam. Jadi mungkin aku baru akan melihat pengumuman tersebut keesokan harinya.

Setelah Isya, aku mengerjakan tugas membuat resume salah satu mata kuliah yang sedang aku ikuti. Tiba-tiba Ceu Eli nanya, “Za, udah ada pengumuman ya? Kamu gimana hasilnya?”. Aku yang saat itu sedang mengerjakan tugas masih biasa saja karena memang kebetulan ponselku sedang dicharge. “Wah iya gitu? Kata siapa?”.“Ini kata temenku udah ada. Ayo cek Zaa”. Kemudian aku langsung buka hp, dan ternyata betul di grup-grup rekrutmen sudah ramai. Aku pun langsung buka web Kemenkeu, sementara teman mess yang lain pasang muka kepo dan jadi ikut nunggu pengumuman dari aku wkwk.

File pengumuman kuunduh. Dan ketika kucari namaku, dengan beberapa detik loading sambil berdo’a dan pasrah, ternyata muncul. Alhamdulilllah ya Rabb. Aku langsung teriak tapi ketahan, “Aaaa”. Seketika kamar langsung heboh.
“Za kamu lolos?”
“Za serius? Whaa selamaat!!”
“Aku udah feeling sih sebenernya.”
“Iya aku juga udah feeling Kanza bakal lolos”
“Gimana ih tipsnya?”
“Ih kamu kapan tes kesehatannya? Ko aku ga tau?”
“. . .”

Dan langsunglah saat itu aku jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Ya Alhamdulillah aku tes psikotes dan kesehatan di weekend, sehingga ga perlu cuti dari kantor. Makanya banyak yang tidak tahu aku sudah sampai tahap ini. Segala puji dan syukur dipanjatkan berkali-kali, lalu aku langsung menghubungi ortu untuk mengabarkan kabar bahagia ini. Kebetulan malam itu adikku tiba-tiba telpon, jadi aku kabari juga saat itu.

Rencana Allah memang tidak ada yang tau ya. 4 tahun yang lalu aku gagal masuk STAN, tapi sekarang akhirnya aku bisa masuk instansi yang SDMnya rata-rata dari lulusan STAN. Ternyata istilah “kegagalan adalah awal keberhasilan” itu benar (benar kalau mau terus berusaha tentunya). Intinya banyak hikmah yang dapat diambil dari sebuah kejadian. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah dan tetap berusaha J.