13 Februari 2018
Satu setengah bulan sudah aku
melaksanakan OJT di KPP Pratama Jatinegara Jakarta Timur. Di sini aku mendapat
teman baru, tempat kerja baru, suasana baru. Ya, aku mesti beradaptasi kembali
di sini. Rasanya baru kemarin aku belajar sejarah pancasila dan kemerdekaan RI
untuk tes wawasan kebangsaan, berusaha untuk selalu pulang teng-go agar bisa
menyempatkan buka materi walau berat. Berada di tengah kebimbangan ketika tes
CAT bentrok dengan UTS, berpacu dengan waktu agar bisa melewati keduanya dengan
selamat sampai tujuan. Walau pada kenyataannya memang pasti ada yang
dikorbankan.
Kali ini aku akan bercerita saat
aku mendapat pengumuman lolos CPNS Kemenkeu dan pemberkasan.
28 November 2017
Setelah mendapat pengumuman
lolos, aku langsung bersiap-siap untuk mengemas barangku sebagian. Tadinya aku
mau langsung pulang saja malam itu karena ada berkas-berkas yang mesti diurus
dan hanya diberi waktu maksimal sampai tanggal 30 November. Tapi karena waktu
sudah larut malam teman-teman mess menyarankan agar aku istirahat dulu saja dan
pulang keesokan harinya. Akhirnya aku mengikuti saran mereka karena aku pun
merasa lelah malam itu.
29 November 2017
Pagi hari aku sudah berangkat ke
terminal untuk pulang mengurus berkas. Aku fikir hari ini tidak akan terlalu
macet karena masih hari kerja dan long weekend dimulai tanggal 1 Desember. Jadi
kemungkinan akan macet itu tanggal 30 November. Namun ternyata dugaanku salah, Hari
ini macet juga. Konon katanya hari ini adalah hari terakhir kendaraan besar
bisa lewat tol karena besok tol ditutup untuk kendaraan besar.
Aku sampai rumah sangat siang
sekitar pukul 13.30 WIB. Sesampainya di rumah aku langsung makan karena memang
belum makan dan langsung pergi ke Polsek untuk minta surat rekomendasi. Setelah
itu aku pergi ke Polres. Akan tetapi karena jaraknya yang memang cukup jauh
dari tempat tinggalku, aku sampai di Polres pukul 15.06 sedangkan pelayanan
hanya sampai pukul 15.00 saja. Petugas pun menyarankan agar besok kembali lagi
di pagi hari.
Hari ini aku belum selesai mengurus
satupun berkas padahal besok adalah hari terakhir untuk mengurus berkas.
Alhasil aku jadi tidak tenang. Ditambah lagi masih banyak email pekerjaan di
kantor yang belum aku balas dan aku diminta untuk segera membuat surat
pengunduran diri dari kantor agar cepat diproses. Dan konon katanya di kantor
sudah beredar kabar kalau aku lolos CPNS. Saat itu aku malah jadi makin galau. Iya
galau. Ibaratnya di kantor sudah heboh tapi aku belum menyiapkan berkas apapun.
Tapi yasudah mau bagaimana lagi, aku tetap membuat surat pengunduran diri
berbekal dari browsing di google untuk melihat contoh, sambil berharap agar
besok dilancarkan dalam urusan pembuatan berkas.
30 November 2017
Berbekal pengalaman hari kemarin,
hari ini aku memutuskan untuk berangkat lebih pagi. Aku berangkat pukul 06.00
WIB bersama bapak. Kami langsung berangkat menuju Polres terlebih dahulu untuk
membuat SKCK. Kami tiba di Polres sekitar pukul 7 lebih beberapa menit, tepat
saat para polisi akan melakukan apel pagi. Jam pelayanan dimulai pukul 08.00,
aku pun menunggu sampai pelayanan buka. Ternyata yang akan membuat SKCK cukup
ramai juga. Yaa rata-rata para pencari kerja juga. Membuat SKCK ternyata mudah
dan cepat, sekitar setengah jam aku menunggu sampai SKCK jadi dan dibuat
legalisir.
Setelah membuat SKCK, aku
langsung menuju ke RSUD untuk membuat surat keterangan sehar jasmani dan rohani
serta surat keterangan bebas narkoba. Inilah pertama kalinya aku menjadi pasien
RS. Iya, pasien. Tapi bukan pasien yang sakit, melainkan pasien yang sehat. Ternyata
RS itu sangat ramai, apalagi ketika melihat antrean pasien BPJS yang aah sudahlah!
Antreannya sangat panjang. Maklumlah anaknya ga suka ke RS, jadi cukup kaget
ketika melihat pemandangan RS yang seperti itu. Saat itu aku langsung bersyukur
ternyata nikmat sehat itu luar biasa indahnya.
Sambil melakukan tes, aku harus
membayar biaya tes kesehatan tersebut di loket bank bjb. Biaya yang aku
keluarkan hampir 600 ribuan, sekitar 595.000. Ternyata tes begini mahal juga
yaa (ya iyalah). Yaa maklumlah secara ini tuh pertama kalinya aku jadi pasien
RS, jadinya masih kaget-kaget gitu, hehe :D. Tes kesehatan yang pertama yaitu
tes umum untuk jasmani seperti tinggi badan, berat badan, nadi, tekanan darah,
dll. Kemudian rontgent thorax, hmm
betul ga yaa istilahnya ini. Ya intinya aku difoto pake alat dan baju khusus
gitu dengan posisi badan menempel ke alat. Setelah itu aku tes urin untuk surat
bebas narkoba.
Tes terakhir yang aku jalani adalah
tes rohani alias tes keseharan jiwa. Pada tes ini aku diberi soal yang harus
kuisi dengan jujur dan apa adanya *aseek. Cukup banyak yaa ratusan soal (aku
lupa tepatnya berapa, btw ini bikin tulisannya setelah beberapa bulan soalnya).
Soalnya mirip-mirip kaya psikotes yang biasa dilakukan saat melamar kerja sih. Cuma
yaa mungkin soalnya lebih aneh haha, dan seperti biasa banyak yang
diulang-ulang gitu intinya. Ya aku sih jawab seadanya aja. Bodo amat aku
ketauan jahatnya, aibnya atau kekurangannya dari tes itu. Tapi yaa wajar aja
kali namanya juga manusia kan memang tidak ada yang sempurna. Jadi pasti ada
sisi baik dan buruknya. Setelah selesai tes ini, aku diminta untuk menunggu
hasil dan yaa cukup lama mengingat dokter yang ada saat itu hanya 1 dan baru
datang di siang hari. Alhamdulillah dari semua tes aku dinyatakan sehat dan
normal.
Aku mau sedikit cerita saat tes
kejiwaan ya. Saat aku mengikuti tes, itu ada beberapa orang yang sedang
mengikuti tes juga. Ya awalnya aku baisa aja, yaa wajar aja gitu ada yang mau
tes. Mungkin sama-sama sedang membuat surat keterangan sepertiku kan ya. Dan ternyata
memang benar, sebagian besar dari mereka adalah yang sama-sama sedang membuat
surat keterangan sehat juga. Okelah ini hal yang sangat wajar menurutku. Tapi,
kemudian aku baru tahu kalau ternyata mereka bahkan ada yang mengulang tes sampai
3x saat itu. Saat itu aku menduga, oh mungkin mereka tidak menjawab jujur
pertanyaan yang ada, mungkin mereka jawabnya terlalu idealis, tidak mau
terbongkar aibnya mungkin, atau ada sesuatu (?). Padahal mereka yang mengikuti
tes ini rata-rata seumuran denganku (mungkin, atau bisa jadi lebih muda). Mereka
juga rata-rata adalah yang telah lulus dalam tes masuk kerja. Dari sinilah aku
belajar, mungkin banyak yang kurang peduli akan kesehatan jiwa. Banyak yang
tidak sadar kalau sebenarnya ada masalah dalam diri kita, namun seolah biasa
saja. Ga usah jauh-jauh lihat mereka yang sudah tua, yang muda pun banyak yang
kesehatan jiwanya kurang baik. Mungkin tes kejiwaan memang jarang dilakukan
yaa, mengingat biayanya yang cukup mahal. Masyarakat kita kebanyakan baru sadar
jika ada seseorang yang terganggu jiwanya saat memang sudah parah. Padahal kalau
kita bisa lebih peduli dan berkonsultasi sejak dini, mungkin hal tersebut dapat
diatasi.
Alhamdulilllah semua berkar yang
dibutuhkan untuk pemberkasan dapat diselesaikan walau dalam jangka waktu yang
sangat singkat ini. Iya kami hanya diberi waktu kurang dari hari untuk
mempersiapkan semua berkas ini. Surat keterangan paling lambat dibuat tanggal
30 November, sedangkan pengumuman tanggal 28 November. Ya mendinglah kalau
bukan perantau seperti diriku yang keesokan harinya bisa langsung mempersiapkan
segalanya. Sedangkan aku? Untuk buat SKCK saja harus pulang dulu karena harus
diurus di wilayah tempat tinggal sesuai KTP. Konon katanya sih ini agar TMT CPNS bisa tertanggal 1 Desember, tapi
kenyataannya diundur juga jadi 1 Januari, hmm.
4 Desember 2017
Tahapan selanjutnya dari proses
rekrutmen adalah pemberkasan. Konon katanya, kelulusan dapat dibatalkan jika
tidak mengikuti tahap pemberkasan. Pemberkasan ini dilakukan dua kali, yaitu
melalui online dan fisik. Untuk pemberkasan online, peserta diberi waktu antara
tanggal 4-8 Desember melalui website http://rekrutmen.kemenkeu.go.id.
Pemberkasan online ini cukup mudah asalkan dokumen telah disiapkan.
11 Desember 2017
Hari ini adalah tahap pemberkasan
fisik rekrutmen CPNS Kemenkeu. Pemberkasan fisik dibagi dalam dua hari dan
sudah dibuatkan jadwalnya. Aku dapat di hari pertama yaitu tanggal 11 Desember
2017 dan sesi 1. Semua peserta melakukan pemberkasan di Student Center PKN
STAN, baik itu yang memilih tes di Jakarta ataupun luar Jakarta. Karena saat
itu aku statusnya belum resmi resign, aku izin 2 jam dari kantor untuk
melakukan pemberkasan. Cukup aneh rasanya, izin dari kantor untuk selanjutnya
akan meninggalkan kantor. Tapi yaa mau bagaimana lagi, katanya hidup ini
pilihan bukan? Pada pemberkasan fisik ini, semua dokumen yang tertera di
pengumuman dikumpulkan serta dicek kelengkapan dan kebenarannya. Intinya sih
asal teliti dan sesuai dengan instruksi yang diberikan, pasti tahap ini lancar.
Ps : catatan 30 November – Desember baru dibuat hari ini (18 September
2018), jadi yaa seadanya kurang komplit detailnya karena sebagian lupa dan
sebagian yang ingat belum sempat dijelaskan karena sudah ngantuk hehe