Translate

Sabtu, 31 Desember 2016

Catatan Akhir Tahun 2016


Yaps sekarang adalah penghujung tahun 2016. Tahun kabisat yang datangnya 4 tahun sekali. Tahun depan bulan Februari kembali 28 hari. Oke mungkin tulisan ini kaku, garing, atau yang biasa anak muda bilang gaje/geje (?). Maklum setelah sekian lama tidak menulis dan akhirnya menulis kembali. Hasrat ingin menulis ini pun didukung demi mengulas betapa pentingnya sejarah di tahun ini untukku. Tapi semoga hanya gaje di awal saja ya. Aamiin.
Ngomong-ngomong soal sejarah, tiap orang tentunya punya tanggal-tanggal penting yang selalu diingat. Contoh yang paling sederhana saja yaitu tanggal lahir. Jarang sekali ada orang yang lupa akan tanggal lahirnya sendiri. Bahkan masih ada atau banyak (mungkin?) orang yang menggunakan tanggal lahir sebagai password karena selalu diingat. Kalau berdasarkan pengalamanku, paling tidak mulai kelas 6 SD orang-orang sudah mengingat tanggal lahirnya. Kenapa? Karena ketika ujian ada isian tanggal lahir, dan ujiannya tidak sehari. Ya atau tidak? Entahlah yaa kalau dulu sih gitu, ga tau sekarang gimana. Eh ketahuan deh udah beda zaman, haha.
Mulai di awal tahun saja sudah beda. Tahun ini adalah pertama kalinya aku ikut sadar di malam pergantian tahun. Iya sadar (re: tidak tidur). Biasanya aku tertidur lelap setelah nonton acara musik di televisi dalam rangka menyambut tahun baru sebelum acara berakhir. Pada pergantian tahun ini juga merupakan saat dimana teman seprodiku banyak yang gagal pulkam gara-gara harus menyelesaikan laporan KP (kerja praktik). Yang awalnya sudah banyak rencana mau liburan pun sebagian batal. Di malam itu, ketika aku buka medsos, sebagian besar atau mungkin semua isinya tentang tahun baru. Mulai dari foto, video, dan status pun tentang tahun baru. Bagaimana dengan malam pergantian tahun esok? Hmm sepertinya tidak jauh berbeda.
Liburan semester ganjil tahun ini dipakai untuk pemadatan. Pemadatan di sini yaitu mata kuliah semester 6 yang dipindahkan dan dipelajari selama satu bulan. Jadi pelajaran untuk 4 bulan dipadatkan menjadi 1 bulan saja. Ada kelebihan dan kekurangan dari adanya pemadatan ini. Kekurangannya adalah waktu liburan kami dipakai untuk kuliah. Namun ketika nanti memasuki semester 6 kami bisa fokus untuk mengerjakan TA (tugas akhir).
24 Februari adalah hari terakhir aku kuliah pemadatan dan hari itu juga ada job fair di Braga. Sebetulnya saat itu aku belum niat cari kerja juga, tapi aku penasaran. Ya, penasaran aja job fair itu kaya apa. Ceritanya sih biar tau dan nanti ketika lulus dan ke job fair sudah tau keadaannya seperti apa. Akhirnya aku waktu itu ke sana bertiga dengan Ade dan Ibay. Tapi sayang, nasib buruk menimpaku saat itu *so dramatis*. Waktu itu suasananya sedang ramai sekali. Setelah berkeliling ke sebagian tempat, aku mulai lelah karena waktu itu tasku cukup berat. Ade menawarkan diri untuk tukar tas karena punya dia ringan banget. Saat bertukar tas aku merasa ada yang berbeda di tasku. Ah resleting depan tasku terbuka. Aku langsung cek dan ternyata ponselku “menghilang”. Awalnya yang lain mikirnya mungkin nyelip. Langsung saja kami pindah ke tempat yang agak sepi dan bongkar tas. Tapi ternyata tidak ada. Kami telusuri jalan yang telah dilewati kalau-kalau ponselnya terjatuh. Tapi tetap tidak ada juga. Jadi intinya ponsel aku hilang padahal baru 10 bulan *pasang muka sedih*.
Akhir Februari 2016, aku memasuki semester 6. Di semester ini aku sudah nonaktif dari berbagai organisasi yang ikuti *kaya yang banyak aja* haha. Dengan alasan jitu mahasiswa tingkat akhir : “sibuk TA”, jadilah aku mahasiswa kupu-kupu. Sebenarnya ga sibuk-sibuk banget juga sih ya. Tetapi memang ada masa dimana kita sedang sibuk dan masa mager tiada tara, haha. Tapi ya begitulah kehidupan mahasiswa tingkat akhir *ciee.
Berkat usaha, do'a dan ridho Allah akhirnya tanggal 24 September aku resmi jadi alumni. Yap saat itulah aku wisuda. Mungkin karena sudah biasa mengikuti upacara wisuda, jadinya biasa aja. Tidak terlalu penasaran juga meskipun ternyata mau wisuda itu butuh perjuangan. Awalnya aku kira kalau sudah lulus, bayar wisuda, terus bisa wisuda. Ternyata ada beberapa hal yang mesti diurus kembali selain itu sampai akhirnya bisa wisuda. Dan alhamdulillah semua itu sudah terlewati :).
Setelah wisuda, aku fokus untuk mengikuti tes kerja. Untungnya di kampusku tiap tahun ada job expo, jadi mahasiswa tingkat akhir biasanya mengikuti acara ini sebelum wisuda. Tahun ini job expo Polban berlangsung tanggal 19-21 Agustus. Saat itu aku daftar hampir ke semua perusahaan yang ada lowongan untuk jurusan akuntansinya. Karena cukup banyak, aku pun tidak hapal perusahaan mana saja yang aku lamar. Pernah waktu itu ada panggilan tes dari PT. X, dan aku lupa kalau pernah daftar ke situ, haha. Jadi untuk teman-teman yang nanti akan lamar kerja dari job expo atau job fair, aku sarankan untuk mencatat perusahaan mana dan posisi apa saja yang akan dilamar. Pokoknya bulan September-Oktober adalah bulan sibuk tes. Dalam seminggu bisa sampe 3x tes dari perusahaan yang berbeda. Itu pun kadang ada yang bentrok dan harus pilih salah satu. Ternyata mau kerja juga butuh perjuangan. Tahap tesnya panjang-panjang dan jarak antar tes beberapa minggu. Tapi katanya itu juga sudah termasuk cepat. Butuh modal waktu, tenaga, pikiran dan materi juga. Pernah waktu itu aku dalam seminggu pulang pergi Bandung-Jakarta 3x buat tes doang, hiks. Untungnya aku diberi kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi itu semua. Alhamdulillah :)
8 Oktober Allah memberi jawaban atas usaha pencarian kerja ini. Aku mendapat kabar kalau aku diterima bekerja di PT. Paragon Technology and Innovation. Alhamdulillah aku ga lama nganggur setelah lulus. Aku mulai masuk kerja tanggal 17 Oktober. Dan di sinilah perjuangan baru dimulai. Kalau waktu kuliah di kelas ngantuk berat bisa curi-curi waktu buat tidur, tapi kalau kerja ngantuk harus berusaha untuk tidak ngantuk, haha
Tahun 2016 bisa dibilang tahun transisi untukku. Transisi dari mahasiswa menjadi job seeker (re: pengangguran), lalu menjadi pekerja. Berbagai hal baru kulalui tahun ini. Itulah mengapa tahun ini merupakan tahun bersejarah untukku. Bagaimana dengan tahun depan? Tak ada yang tahu. Yang pasti kita harus berusaha agar tahun depan bisa menjadi lebih baik lagi.
Mohon maaf jika ada salah kata, wassalaam :)