Translate

Senin, 10 April 2017

Perjuangan Baru Dimulai

20 Februari 2017

Empat bulan sudah aku tinggal di Jakarta. Sebelumnya aku hanya banyak mendengar kota ini dari televisi atau media sosial. Jakarta yang katanya panas. Jakarta yang katanya macet. Jakarta yang katanya suka kebanjiran. Jakarta yang katanya suka ada demo. Jakarta yang katanya keras. Jakarta yang katanya banyak artisnya. Jakarta yang katanya banyak gedung bertingkatnya. Yaa itulah segelintir kata yang timbul di benakku tentang Jakarta, ibukota negara ini. Mungkin yang aku katakan tadi memang benar. Namun ternyata tidak semua wilayah di Jakarta demikian. Begitu pula di tempat aku tinggal sekarang yang agak jauh dari keramaian. 

27 Februari 2017
Kegiatan sehari-hariku di sini yaitu bekerja. Aku bekerja di salah satu perusahaan kosmetik Indonesia. Pergi pagi pulang sore lalu malamnya istirahat. Kadang keluar jika weekend atau libur nasional. Yaa begitulah keseharianku di sini, di Jakarta. Awalnya mungkin biasa saja, tetapi lama kelamaan bosan juga yaa jika setiap hari demikian. Aku ingat saat kuliah, ada Unit Kegiatan Mahasiswa ketika pulang kuliah. UKM inilah yang bisa dijadikan sarana untuk menyalurkan hobi atau berdiskusi (ngobrol sih lebbih tepatnya) dengan teman-teman dari berbagai jurusan. Di sinilah aku dapat mengurangi kejenuhan selama kuliah. Aku sempat berkeinginan untuk bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada di sekitar sini. Hanya saja aku masih kurang informasi dan belum mendapat komunitas yang cocok di sini.

Aku memang sudah berencana untuk melanjutkan kuliah ke S1. Tadinya mungkin baru akan terealisasi setelah aku bekerja selama setahun di sini. Karena aku tahu bahwa biaya kuliah ekstensi itu memang biasanya lebih mahal dan aku harus menabung terlebih dahulu untuk keperluan kuliah tersebut. Namanya juga fresh graduate yang baru kerja, harus bisa mengatur dan mengelola keuangan agar keinginan-keinginan bisa segera terealisasi. Melanjutkan studi inilah di antaranya. Oleh karena itu aku harus menganggarkan biaya pendidikan pada penghasilanku.

Suatu hari di bulan Januari (lupa tanggal berapa), temanku ada yang mengirimkan screenshoot web pendaftaran mahasiswa baru kelas karyawan di salah satu universistas swasta. Lalu aku iseng-iseng buka web tersebut. Tapi aku belum berminat untuk daftar kuliah kala itu. Jadi aku hanya mencari tahu saja. Lalu beberapa hari kemudian temanku ada yang nginep karena mau tes kuliah di Binus. Sebut saja dia Devi (emang Devi sih namanya 😅) Devi ini teman satu jurusan dan satu UKM waktu kuliah. Namanya juga perempuan ya kalau ketemuan ngobrol. Kami saling berbagi cerita pengalaman kerja, dan keinginan untuk kuliah lagi. Nah dari situ aku jadi semakin termotivasi untuk segera melanjutkan studi.

28 Februari 2017
Di sela-sela pekerjaan jika sedang istirahat atau sudah jam pulang aku jadi sering cari-cari info tentang perguruan tinggi yang menerima ekstensi untuk kelas karyawan. Ternyata cukup banyak perguruan tinggi yang menawarkan program kelas karyawan di Jakarta. Selain mencari info melalui internet, aku pun meminta saran kepada teman-temanku yang tinggal di Jakarta. Ya mungkin saja mereka lebih tahu kan. Dari saran-saran yang terkumpul tersebut, ada beberapa perguruan tinggi yang paling sering direkomendasikan di antaranya Universitas Mercu Buana, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Trisakti.

Sebelumnya aku memang sudah pernah mendengar nama PTS tersebut. Trisakti pernah denger dulu ada beritanya kan di televisi. Entah kasus apa, aku tidak mengikuti karena waktu itu masih kecil 😞. Binus pernah denger karena ada teman fb yang gagal masuk ke STAN dan lanjut ke Binus karena dapat beasiswa. Terus pernah lewat kampusnya juga saat temanku ada yang menikah di daerah Kemanggisan. Kampusnya bagus dan terlihat modern. Lalu untuk Mercu yang aku tahu adalah UKM PSM Mercubuana itu bagus dan berprestasi. Selain itu, aku tidak tahu banyak. Karena itulah aku mulai mencari informasi mengenai kampus-kampus ini.

10 April 2017
Sebetulnya ketika aku masih kuliah D3, aku sudah berkeinginan untuk melanjutkan studi ke PTN lagi. Ya tentu dengan mindset kalau kuliah di PTN itu lebih murah dari PTS. Tapi ternyata untuk lanjutan/ekstensi tidaklah demikian. Aku sempat mencari tahu bagaimana biaya dan waktu tempuh jika lanjut ke UI. Dalam bayanganku sih keren yaa kalau jadi mahasiswa UI. Secara UI itu salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ketika aku cari info biaya kuliah di internet, ternyata biaya kuliah lanjutan di sana cukup besar untuk ukuran PTN. Untuk awal masuk kira-kira harus sedia sekitar 25 jutaan. Tadinya aku fikir bisa aja kalau aku mau nabung dulu (mengingat di sana katanya harus bayar lunas, ga bisa dicicil). Tapi tentu akan makan waktu lama. Mungkin aku baru bisa lanjut lagi 2 tahun mendatang. Itu pun kalau aku rajin menabung dan pandai mengatur keuangan. Lalu suatu hari temanku ada yang datang langsung ke UI untuk tanya-tanya. Dan ternyata waktu yang mesti ditempuh adalah 3 tahun. Whaat? Ini ekstensi lho 😱. Tapi lamanya kaya mau lulus D3 aja. Jadi kalau ditotal nanti kuliahnya 6 tahun dong?. Dan kalau aku lanjut 2 tahun mendatang, itu artinya aku akan lulus ketika usia 27 tahun. Memang sih, menuntut ilmu tak kenal usia. Apalagi kalau lanjut ke UI worth it lah yaa. Tapi yaa masih banyak yang mesti dipertimbangkan.

Aku pun mencari informasi mengenai PTS yang telah aku sebutkan tadi mulai dari akreditasi, biaya, waktu tempuh dan jarak tempuh. Aku bahkan sampai punya draf corat coret hitungan biaya kuliah di 3 universitas ini. Tiap universitas memiliki keunggulan masing-masing. Tapi menurutku semuanya sama-sama mahal karena PTS dan ekstensi. Setelah dilanda kebimbangan dan mempertimbangkan berbagai hal (akreditasi-biaya-jarak-waktu) akhirnya aku putuskan untuk memilih lanjut di Universitas Mercu Buana. Kenapa? Ya walau mahal setidaknya di sini uang kuliahnya bisa dicicil per bulan sampe lulus. Selain itu jaraknya yang cukup dekat dari mess (kalau pake ojek online 4000-7000 sekali jalan) dan waktunya cukup flexible walau aku harus mengorbankan weekend untuk ke kampus, hiks 😢 Gapapalah yaa namanya juga perjuangan.

Sampai hari ini terhitung sudah 7 minggu aku kuliah di UMB. Suka duka anak kuliah dirasakan kembali. Bedanya sekarang kerja sambil kuliah. Harus ada perjuangan ekstra. Harus bisa bagi waktu, anggaran biaya dan harus bisa mengendalikan mood demi selesainya tugas kuliah hehe. Aku kira kalau kuliah kelas karyawan di universitas itu bakal lebih nyantai. Yaa soalnya dulu bayangan universitas lebih nyantai dari politeknik itu cukup melekat di jiwa wkwk (yang sealmamater sama aku pasti ngerti hehe). Tapi ternyata ga juga karena di sini aku ga cuma kuliah. Kalau cuma kuliah aja sih sepertinya di universitas memang lebih nyantai yaa. Malah tadinya aku mau ikutan UKM juga lho di sini (so so-an emang). Tapi setelah merasakan bagaimana sensasi kerja sambil kuliah kayanya bakal cape banget. Jadi yaa sudahlah nikmati saja yang ada.

Btw tulisan ini jadinya berhari-hari (keliatan kan aku beri tanggal tiap lanjut). Padahal tadinya mau nulis satu hari atau dua hari. Biasalah ekspektasi tak sesuai realita. Tapi semoga kuliah aku ke depannya ga gitu yaa. Semoga lancar dan bisa lulus tepat waktu (lulus cepet sih pengennya). Semoga ilmunya bermanfaat dan ga mudah lupa lagi. Semoga cerita ini menjadi motivasi akan perjuangan yang baru dimulai ini 😁. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Terima kasih sudah membaca.

Happy Monday 😊