BAKSO
apa BASO?
Tahukah kalian apa itu
bakso? Saya yakin yang baca postingan ini pasti tahu. Bakso atau yang lebih
sering kita dengar baso ini merupakan salah satu makanan favorit di Nusantara
*sotoy (tapi sepertinya memang benar). Dalam bahasa Indonesia, Bakso itu berasal dari bahasa china
yang terdiri dari 2 kata Bak dan So. Dimana Bak artinya daging melainkan daging
secara keseluruhan sedangkan so-seperti air sup/kuah sedangkan di Indonesia
ditmbahkan jadi miso dan jadi mie+bak+so. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi
giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso
yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya, bakso
umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mie, bihun, taoge, tahu,
terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri
Tak bisa dipungkiri bahwa di
setiap daerah pasti ada baso. Mengapa saya bisa berasumsi demikian? Karena di
daerah tempat saya tinggal saja ada beberapa tempat baso (?), selain itu di
daerah tempat tinggal saudara – saudara dan teman – teman saya pun demikian.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa baso itu termasuk makanan favorit orang Indonesia
selain nasi karena tidak mungkin banyak orang yang beralih profesi sebagi
pengusaha baso jika tidak ada peminatnya. Banyak sekali pengusaha bakso mulai
dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar.
Berikut adalah beberapa jenis bakso yang saya dapat dari
internet :
- Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar.
Ini adalah salah satu baso yang
cukup sering saya temukan. Jadi, basonya itu tidak halus, melainkan ada teksturnya,
krenyel – krenyel gitu *entah istilahnya apa. Tapi menurut saya enak kok (yang
enak, ada juga yang biasa saja atau yang kurang enak, tergantung yang buat
tentunya) :-D
- Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
Seperti yang telah disebutkan di atas, baso ini isinya
telur. Jadi ingat waktu saya masih sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya, kalau beli
baso bareng teman di sekolah, kadang HHC *harapharapcemas baso yang besarnya
isi telur atau bukan :-D. Tapi jika melihat sampel dari teman – teman saya,
sepertinya bakso ini peminatnya lebih sedikit dari bakso urat.
- Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
Untuk baso ini saya belum pernah
coba, jadi no comment saja. :-D
- Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan
Selain baso sapi, baso ikan juga
tak kalah peminatnya karena saya juga termasuk pecinta baso ikan. Baso ikan ini
merupakan salah satu jajanan favorit saya ketika masih sekolah di SDN
Sukamerang 1 s.d sekarang.
- Bakso udang: bakso berbahan dari udang
Sama seperti baso gepeng yang
belum pernah saya coba, namun jika dilihat dari bahannya yang berbahan
dasar udang sepertinya rasanya lezat karena saya suka udang dan rasanya enak. J
- Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng.
Saya agak
lupa dengan baso ini, tapi sepertinya saya pernah mencobanya dan saya suka.
- Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan.
Walau asalnya dari Solo, tapi baso ini
sudah tersebar di Indonesia dan di daerah tempat saya tinggal juga ada. Soal
rasa, lidah saya bilang enak :-D
- Bakso keju: bakso resep baru berisi keju
Unik juga baso yang satu ini, biasanya keju
digunakan untuk kue, tapi ini untuk baso. Hmm karena belum pernah mencoba, jadi
saya tidak tahu rasanya, namun karena saya suka keju, sepertinya enak *mungkin.
- Bakso Bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
Sama seperti baso sebelumnya, saya
juga suka dengan baso bakar. :-D
- Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil.
Mungkin sama
dengan baso – baso kecil yang ada di baso pada umumnya, dan dengan begitu saya
juga suka. :-D
- Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang
Baru tahu dan belum pernah nyoba.
- Bakso Goreng : bakso yang digoreng terlebih dahulu sebelum dihidangkan.
Mau digoreng, dibakar, atau
digodog (?) sama - sama baso.
Itulah
beberapa jenis baso yang saya temukan dari hasil pencarian saya di internet.
Tentunya masih banyak jenis baso lain, namun kali ini saya hanya memberikan
contoh saja.
Ok sobat, ngomong
– ngomong soal bakso, saya jadi teringat pengalaman saya seminggu yang lalu
tepatnya tanggal 1 Agustus 2013. Ketika itu saya baru saja selesai mengikuti
PPKK. Semacam ospek di perguruan tinggi lain. Teman – teman seperjuangan yang
sekosan dengan saya ingin mencoba makan di luar sebelum mudik. Maka pada malam
itu kami pun caw keluar mencari makan. Di jalan saya melihat ada beberapa maba
yang langsung mudik pada malam itu. Dan saya langsung bilang, “Waw keren, baru
beres langsung pulkam!”. Tentu saja saya
kagum, karena pastinya semua capek. Tapi mungkin mereka sudah tidak tahan
dengan penyakit malarindu kampung halaman.
Lanjut ke inti cerita, jadi akhirnya kita menemukan
tempat makan mie bakso yang dekat dengan kosan. Saat itu hanya saya yang pesan
baso, sedang yang lain tidak. Tapi mereka memesan mie ayam. Beberapa menit
kemudian, pesanan kami pun siap. Setelah berada di hadapan masing – masing,
bergantilah kegiatan kami yang asalnya ngobrol dan autis dengan HP masing –
masing menjadi meracik saos, kecap, dll ke makanan yang kami pesan. Setelah
itu, kami pun makan. Awalnya saya biasa saja dengan baso yang saya makan, namun
lama – kelamaan saya merasa ada yang ganjil dengan baso itu. Rasanya itu aneh
dan mungkin lebih tepatnya (maaf) kurang enak dan kuahnya keasinan. Sebenarnya
saya sudah tak tahan lagi untuk menyantap baso tersebut, namun karena sayang
terlanjur beli jadinya dipaksakan, tapi tetap saja pada akhirnya saya menyerah
dan tidak melanjutkan makan lagi karena perut dan kepala saya sudah benar –
benar pening dan jika dilanjut mungkin akan muntah. Padahal biasanya kalau
makan bakso, saya suka sampe benar – benar habis.
Setelah semua selesai, kami berlima pun beranjak pulang,
tapi tidak langsung ke kosan karena ke warnet dulu (sudah diceritakan di
postingan sebelumnya). Di perjalanan, kami tertawa dan ternyata tidak hanya
saya yang merasa demikian, tetapi semuanya juga merasakan hal yang sama. Dan
saat itu pula kami kapok untuk makan di situ, *ops kami? maaf itu menurut saya
entah yang lain, mungkin ya mungkin juga tidak.
Referensi :

pretttttt
BalasHapussirik wae =P
BalasHapusKalau Baso Hot Molotot gak ada rekomendasinya? Hehe
BalasHapusBagus
BalasHapus