Translate

Jumat, 09 Agustus 2013

PPKK POLBAN SPECTRUM 2013


1 Agustus 2013.
Hari ini merupakan salah satu hari yang bersejarah untukku. Bagaimana tidak, hari ini merupakan hari terakhir PPKK Polban Spectrum 2013 dan setelah itu aku dinyatakan resmi menyandang status mahasiswa Politeknik Negeri Bandung.  4 hari terasa berlalu begitu cepat, berbagai rasa telah ku lalui, pengalaman baru, teman baru, dan suasana baru semua bercampur menjadi satu.
Ingat ketika 3-1 hari sebelum PPKK dimulai, semua maba sibuk untuk mempersiapkan barang – barang yang harus dibawa saat PPKK. Begitu pula denganku yang kebingungan untuk mencari sandal berwarna oranye dan akhirnya dapat teman kostku dengan nitip ke bapaknya. Belum lagi dengan botol kapasitas 1,5 liter yang cukup langka pada saat itu, bahkan di rumah saudara dan tetangganya pun tak ada dan akhirnya beli aqua dulu ke warung. Pokoknya masih banyak yang lainnya. Keesokan harinya aku mendapat info dari jejaring social facebook bahwa sandalnya pakai swallow saja. Akan tetapi aku sudah terlanjur beli dari temanku dan itu bukan sandal swallow. Lagipula memang aturannya maba putri membawa sandal berwarna oranye tanpa dijelaskan satu angkatan harus sama. Akhirnya aku pakai saja yang ada dan berharap semoga tidak terjadi apa – apa esok hari.
Dan PPKK pun dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan dan ditutup dengan penutupan (ya iyalah! *gubrag). Dari PPKK aku mendapatkan ilmu baru, dan Alhamdulillah sandalku yang bjb *bedajeungbatur itu tidak terlalu dipermasalahkan untuk kesalahan pribadi karena yang ditegurnya semuanya. *ops egoisnya keluar. Tapi ya mau bagaimana lagi, soalnya kalau aku beli lagi nanti sandalnya jadi mubadzir. Allah tidak suka dengan apa – apa yang berlebihan dan malah jadi mubadzir. Kita harus melihat banyak orang di luar sana yang tidak pakai sandal. Jangankan untuk memakainya, memilikinya juga tidak. Jadi bersyukurlah orang yang mampu beli sandal, karena dengan sandal kaki kita aman, karena dengan sandal kaki kita tidak langsung kena tanah. Hiduup sandaaal! (peserta PPKK menjawab : Hiduuuuup Sandaaaaal!) *gknyambung :-D
Catatan ini awalnya mau ditulis dengan bahasa yang serius, tapi tetap saja gitu lagi. Gpp ya guys? Dan akhirnya pas hari terakhir nyalain kembang api, tapi anehnya balon kok gk diterbangin ya? Mungkin mau dipakai buat ngrayain yang lagi ultah keesokan harinya, atau mungkin panitia lupa. Wallohu a’lam. Pokoknya PPKK itu walau capek tapi seru banget. Kesannya dapet. Masuk Polban tanpa PPKK itu pasti rasanya hambar, bagaikan balong tanpa ikan (?), bagaikan toilet tanpa air (?), bagaikan makan tanpa minum (?).

Di samping itu semua, ada pula hal yang membuat perasaanku campur aduk. Tahukah kamu apa itu? Jadi gini lho sob, aku selain daftar ke Polban, daftar juga ke STAN. Dan hari ini adalah pengumuman  peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Setelah pulang dari kampus Polban tercincaah, shalat dan makan, aku menyempatkan diri untuk ke warnet karena penasaran dengan hasilnya, walaupun sebelumnya sahabatku sudah member tahukan hasilnya, tapi karena belum melihat langsung aku harus meyakinkan diri dengan melihat langsung *belibet. Dan akhirnya waktu itu pun tiba, aku tiba di warnet dekat kosan dan  duduk di computer nomor 5 ditemani temanku. Lalu apa yang terjadi? Komputernya rada – rada tidak bisa diajak kerja sama dan akhirnya aku pindah ke computer nomor 7. Dan taraaaa, jreeng jreeng jreeng, hasilnya adalah . . . penasaran? Hasilnya adalah terdapat namaku di urutan no 19. Entah berurut menurut apa, yang pasti 19 itu sama dengan tanggal lahirku. Wow! Ini saatnya aku bilang WOW! Gk nyangka banget. Dari sekian puluh ribu peserta (± 88000an) aku lolos di tahap pertama dan masuk berapa ribu besar. Entahlah sepertinya berkisar antara 3000-5000 besar nasional.  Edaaan khan? Hahaha :-D
Tapi itu belum beres sob, masih ada tahap selanjutnya yaitu test wawancara, kesehatan dan kebugaran. Test yang terakhir inilah yang bikin aku rada ciut dan dag dig dug setengah mateng. Eh gk ding biasa aja, he J. Jadi kan test kebugarannya itu lari, nah aku itu bisa dibilang paling l**a larinya, hmm tapi lihat nanti saja deh, kan belum testnya juga.
Terus Polban gimana kalo STAN lolos? Nah itu dia pertanyaannya, aku juga kalo dapat pertanyaan itu masih bimbang harus bagaimana. Tapi ya lihat nanti saja kan test selanjutnya juga  belum. Pokoknya semoga dimudahkan dan lancar. Yang baca catatan ini juga minta do’anya ya da bageur, da pinter, da soleh, da imut, da keren, da da da da.
Terimakasih sudah membaca, mohon maaf apaliba eh apabila ada kesalahan, namanya juga manusia. Kalo ada kesalahan berarti tadi kepeleset jarinya, hehe J

1 komentar: