1 Agustus 2013.
Hari ini merupakan salah satu hari
yang bersejarah untukku. Bagaimana tidak, hari ini merupakan hari terakhir PPKK
Polban Spectrum 2013 dan setelah itu aku dinyatakan resmi menyandang status
mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. 4
hari terasa berlalu begitu cepat, berbagai rasa telah ku lalui, pengalaman baru,
teman baru, dan suasana baru semua bercampur menjadi satu.
Ingat ketika 3-1 hari sebelum PPKK
dimulai, semua maba sibuk untuk mempersiapkan barang – barang yang harus dibawa
saat PPKK. Begitu pula denganku yang kebingungan untuk mencari sandal berwarna
oranye dan akhirnya dapat teman kostku dengan nitip ke bapaknya. Belum lagi
dengan botol kapasitas 1,5 liter yang cukup langka pada saat itu, bahkan di
rumah saudara dan tetangganya pun tak ada dan akhirnya beli aqua dulu ke
warung. Pokoknya masih banyak yang lainnya. Keesokan harinya aku mendapat info
dari jejaring social facebook bahwa sandalnya pakai swallow saja. Akan tetapi
aku sudah terlanjur beli dari temanku dan itu bukan sandal swallow. Lagipula
memang aturannya maba putri membawa sandal berwarna oranye tanpa dijelaskan
satu angkatan harus sama. Akhirnya aku pakai saja yang ada dan berharap semoga
tidak terjadi apa – apa esok hari.
Dan PPKK
pun dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan dan ditutup dengan
penutupan (ya iyalah! *gubrag). Dari PPKK aku mendapatkan ilmu baru, dan
Alhamdulillah sandalku yang bjb *bedajeungbatur itu tidak terlalu
dipermasalahkan untuk kesalahan pribadi karena yang ditegurnya semuanya. *ops
egoisnya keluar. Tapi ya mau bagaimana lagi, soalnya kalau aku beli lagi nanti
sandalnya jadi mubadzir. Allah tidak suka dengan apa – apa yang berlebihan dan
malah jadi mubadzir. Kita harus melihat banyak orang di luar sana yang tidak
pakai sandal. Jangankan untuk memakainya, memilikinya juga tidak. Jadi
bersyukurlah orang yang mampu beli sandal, karena dengan sandal kaki kita aman,
karena dengan sandal kaki kita tidak langsung kena tanah. Hiduup sandaaal!
(peserta PPKK menjawab : Hiduuuuup Sandaaaaal!) *gknyambung :-D
Catatan
ini awalnya mau ditulis dengan bahasa yang serius, tapi tetap saja gitu lagi.
Gpp ya guys? Dan akhirnya pas hari terakhir nyalain kembang api, tapi anehnya
balon kok gk diterbangin ya? Mungkin mau dipakai buat ngrayain yang lagi ultah
keesokan harinya, atau mungkin panitia lupa. Wallohu a’lam. Pokoknya PPKK itu
walau capek tapi seru banget. Kesannya dapet. Masuk Polban tanpa PPKK itu pasti
rasanya hambar, bagaikan balong tanpa ikan (?), bagaikan toilet tanpa air (?),
bagaikan makan tanpa minum (?).
Di
samping itu semua, ada pula hal yang membuat perasaanku campur aduk. Tahukah
kamu apa itu? Jadi gini lho sob, aku selain daftar ke Polban, daftar juga ke
STAN. Dan hari ini adalah pengumuman
peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Setelah pulang dari kampus
Polban tercincaah, shalat dan makan, aku menyempatkan diri untuk ke warnet
karena penasaran dengan hasilnya, walaupun sebelumnya sahabatku sudah member
tahukan hasilnya, tapi karena belum melihat langsung aku harus meyakinkan diri
dengan melihat langsung *belibet. Dan akhirnya waktu itu pun tiba, aku tiba di
warnet dekat kosan dan duduk di computer
nomor 5 ditemani temanku. Lalu apa yang terjadi? Komputernya rada – rada tidak
bisa diajak kerja sama dan akhirnya aku pindah ke computer nomor 7. Dan
taraaaa, jreeng jreeng jreeng, hasilnya adalah . . . penasaran? Hasilnya adalah
terdapat namaku di urutan no 19. Entah berurut menurut apa, yang pasti 19 itu
sama dengan tanggal lahirku. Wow! Ini saatnya aku bilang WOW! Gk nyangka
banget. Dari sekian puluh ribu peserta (± 88000an) aku lolos di tahap pertama
dan masuk berapa ribu besar. Entahlah sepertinya berkisar antara 3000-5000
besar nasional. Edaaan khan? Hahaha :-D
Tapi itu
belum beres sob, masih ada tahap selanjutnya yaitu test wawancara, kesehatan
dan kebugaran. Test yang terakhir inilah yang bikin aku rada ciut dan dag dig
dug setengah mateng. Eh gk ding biasa aja, he J.
Jadi kan test kebugarannya itu lari, nah aku itu bisa dibilang paling l**a
larinya, hmm tapi lihat nanti saja deh, kan belum testnya juga.
Terus
Polban gimana kalo STAN lolos? Nah itu dia pertanyaannya, aku juga kalo dapat
pertanyaan itu masih bimbang harus bagaimana. Tapi ya lihat nanti saja kan test
selanjutnya juga belum. Pokoknya semoga
dimudahkan dan lancar. Yang baca catatan ini juga minta do’anya ya da bageur,
da pinter, da soleh, da imut, da keren, da da da da.
Terimakasih
sudah membaca, mohon maaf apaliba eh apabila ada kesalahan, namanya juga
manusia. Kalo ada kesalahan berarti tadi kepeleset jarinya, hehe J
Kisah yang menegangkan ya, penuh rasa penasaran he
BalasHapus