Translate

Senin, 23 November 2020

Pregnancy Stories 3rd Trimester

 

Setelah sekian purnama ga nulis, aku jadi harus mengenang lagi kisah kehamilanku ini. Kaya ada yang kurang aja gitu kalau ada cerita trimester 1 dan 2 tapi yang 3 ga ada. Awalnya aku mau tulis cerita kehamilan di trimester 3 ini saat aku masuk uk 37 minggu. Tapi keburu lahiran, jadinya belum sempat catat.

Perut semakin membesar dan semakin terlihat kalau sedang hamil. Gerakan janin semakin aktif menemani keseharianku di kantor dan di kontrakan. Lucunya dia suka bergerak kalau aku sedang piket di loket. Mungkin dia mengira kalau aku sedang ajak ngobrol kali yaa hehe. Nafsu makan semakin meningkat. Tengah malam sering terbangun dan kelaparan mencari makanan. Dan yaa dia sangat aktif pada malam hari. Namun sayangnya aku tak pernah bisa mengabadikan momen perutku bergejolak karena gerakannya L. Entah kenapa tiap aku nyalakan kamera dia langsung terdiam, dan ketika aku menyimpan HP dia langsung bergerak lagi, hmm. Sudah pemalu sejak dalam kandungan nih.

Masalah kehamilan di trimester 3 ini ada beberapa di antaranya terdapat lilitan tali pusar di leher, kontraksi dini dan pengapuran placenta. Aku sudah tahu ada lilitan tali pusar sejak uk 25 minggu sih, tapi alhamdulillah kata dokternya masih aman karena talinya memang panjang. Di uk 30 minggu, aku kontraksi dini. Mungkin karena kecapean. Aku disuruh bedrest 2 hari. Tadinya disuruh seminggu, tapi aku ga sanggup kalau harus lama-lama di kontrakan siang hari, soalnya puanaas poll. Udah pasang 3 kipas angin pun masih kurang, hadooh. Mau pasang AC tanggung juga masih ngontrak. Ntar klo pindah mesti bongkar pasang lagi kan. Semakin kepanasan, kulitku semakin merah-merah dan gatal, hiks. Nah pas kontraksi dini itu, ternyata sudah mulai ada pengapuran placenta, tapi kata dokter masih aman juga. Mulai saat itu, aku periksa kehamilan tiap 2 minggu sekali.

Semakin tua usia kehamilan, aku semakin beser banget. Kayanya tiap 15 menit sekali ke toilet. Kalau sedang piket jadinya bulak balik ke belakang deh haha. Oh yaa dan aku tuh kadang suka lari-lari ke toilet kalau udah saking kebeletnya, suka lupa klo lagi hamil ya ampun. Selain itu, pinggang juga suka pegel klo kelamaan duduk, kelamaan berdiri juga pegel, rebahan juga kadang susah cari posisi enak karena ganjel haha serba salah yaa.

Memasuki minggu ke 36 (pertengahan bulan Maret), Indonesia mulai deg-degan dengan adanya wabah covid-19. Sebagian kantor sudah mulai membuat aturan kerja WFH WFO untuk karyawannya. Begitu pun di kantorku, ada anjuran WFH untuk beberapa golongan di antaranya untuk pegawai berusia >50 tahun, ibu hamil, ibu menyusui dan pegawai yang sakit atau punya penyakit. Aku termasuk di antara golongan tersebut dan disuruh  WFH. Ketika sebagian orang senang dapat jadwal WFH, aku sebenernya waktu itu agak sedih sih. Kenapa? Karena kalau WFH aku harus tinggal di kontrakan dan kepanasan seharian yang berefek ke bruntusan di badan aku gatalnya semakin menjadi L. Kalau di kantor kan pakai AC, jadi aku ga terlalu kepanasan. Terus kalau di kantor aku juga bisa sambil jalan-jalan naik turun tangga dikit biar kaya olahraga gitu buat melancarkan persalinan. Kalau di kontrakan kan males soalnya panas haha :D. Tapi ya sudah kan ini untuk kebaikan juga, kali aja aku jadi bisa lebih cepat pulang sekalian ngadem hihi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar