Translate

Selasa, 18 September 2018

Catatan Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan 2017 (Part 2)


13 Februari 2018
Satu setengah bulan sudah aku melaksanakan OJT di KPP Pratama Jatinegara Jakarta Timur. Di sini aku mendapat teman baru, tempat kerja baru, suasana baru. Ya, aku mesti beradaptasi kembali di sini. Rasanya baru kemarin aku belajar sejarah pancasila dan kemerdekaan RI untuk tes wawasan kebangsaan, berusaha untuk selalu pulang teng-go agar bisa menyempatkan buka materi walau berat. Berada di tengah kebimbangan ketika tes CAT bentrok dengan UTS, berpacu dengan waktu agar bisa melewati keduanya dengan selamat sampai tujuan. Walau pada kenyataannya memang pasti ada yang dikorbankan.
Kali ini aku akan bercerita saat aku mendapat pengumuman lolos CPNS Kemenkeu dan pemberkasan.

28 November 2017
Setelah mendapat pengumuman lolos, aku langsung bersiap-siap untuk mengemas barangku sebagian. Tadinya aku mau langsung pulang saja malam itu karena ada berkas-berkas yang mesti diurus dan hanya diberi waktu maksimal sampai tanggal 30 November. Tapi karena waktu sudah larut malam teman-teman mess menyarankan agar aku istirahat dulu saja dan pulang keesokan harinya. Akhirnya aku mengikuti saran mereka karena aku pun merasa lelah malam itu.

29 November 2017
Pagi hari aku sudah berangkat ke terminal untuk pulang mengurus berkas. Aku fikir hari ini tidak akan terlalu macet karena masih hari kerja dan long weekend dimulai tanggal 1 Desember. Jadi kemungkinan akan macet itu tanggal 30 November. Namun ternyata dugaanku salah, Hari ini macet juga. Konon katanya hari ini adalah hari terakhir kendaraan besar bisa lewat tol karena besok tol ditutup untuk kendaraan besar.

Aku sampai rumah sangat siang sekitar pukul 13.30 WIB. Sesampainya di rumah aku langsung makan karena memang belum makan dan langsung pergi ke Polsek untuk minta surat rekomendasi. Setelah itu aku pergi ke Polres. Akan tetapi karena jaraknya yang memang cukup jauh dari tempat tinggalku, aku sampai di Polres pukul 15.06 sedangkan pelayanan hanya sampai pukul 15.00 saja. Petugas pun menyarankan agar besok kembali lagi di pagi hari.

Hari ini aku belum selesai mengurus satupun berkas padahal besok adalah hari terakhir untuk mengurus berkas. Alhasil aku jadi tidak tenang. Ditambah lagi masih banyak email pekerjaan di kantor yang belum aku balas dan aku diminta untuk segera membuat surat pengunduran diri dari kantor agar cepat diproses. Dan konon katanya di kantor sudah beredar kabar kalau aku lolos CPNS. Saat itu aku malah jadi makin galau. Iya galau. Ibaratnya di kantor sudah heboh tapi aku belum menyiapkan berkas apapun. Tapi yasudah mau bagaimana lagi, aku tetap membuat surat pengunduran diri berbekal dari browsing di google untuk melihat contoh, sambil berharap agar besok dilancarkan dalam urusan pembuatan berkas.

30 November 2017
Berbekal pengalaman hari kemarin, hari ini aku memutuskan untuk berangkat lebih pagi. Aku berangkat pukul 06.00 WIB bersama bapak. Kami langsung berangkat menuju Polres terlebih dahulu untuk membuat SKCK. Kami tiba di Polres sekitar pukul 7 lebih beberapa menit, tepat saat para polisi akan melakukan apel pagi. Jam pelayanan dimulai pukul 08.00, aku pun menunggu sampai pelayanan buka. Ternyata yang akan membuat SKCK cukup ramai juga. Yaa rata-rata para pencari kerja juga. Membuat SKCK ternyata mudah dan cepat, sekitar setengah jam aku menunggu sampai SKCK jadi dan dibuat legalisir.

Setelah membuat SKCK, aku langsung menuju ke RSUD untuk membuat surat keterangan sehar jasmani dan rohani serta surat keterangan bebas narkoba. Inilah pertama kalinya aku menjadi pasien RS. Iya, pasien. Tapi bukan pasien yang sakit, melainkan pasien yang sehat. Ternyata RS itu sangat ramai, apalagi ketika melihat antrean pasien BPJS yang aah sudahlah! Antreannya sangat panjang. Maklumlah anaknya ga suka ke RS, jadi cukup kaget ketika melihat pemandangan RS yang seperti itu. Saat itu aku langsung bersyukur ternyata nikmat sehat itu luar biasa indahnya.

Sambil melakukan tes, aku harus membayar biaya tes kesehatan tersebut di loket bank bjb. Biaya yang aku keluarkan hampir 600 ribuan, sekitar 595.000. Ternyata tes begini mahal juga yaa (ya iyalah). Yaa maklumlah secara ini tuh pertama kalinya aku jadi pasien RS, jadinya masih kaget-kaget gitu, hehe :D. Tes kesehatan yang pertama yaitu tes umum untuk jasmani seperti tinggi badan, berat badan, nadi, tekanan darah, dll. Kemudian rontgent thorax, hmm betul ga yaa istilahnya ini. Ya intinya aku difoto pake alat dan baju khusus gitu dengan posisi badan menempel ke alat. Setelah itu aku tes urin untuk surat bebas narkoba.

Tes terakhir yang aku jalani adalah tes rohani alias tes keseharan jiwa. Pada tes ini aku diberi soal yang harus kuisi dengan jujur dan apa adanya *aseek. Cukup banyak yaa ratusan soal (aku lupa tepatnya berapa, btw ini bikin tulisannya setelah beberapa bulan soalnya). Soalnya mirip-mirip kaya psikotes yang biasa dilakukan saat melamar kerja sih. Cuma yaa mungkin soalnya lebih aneh haha, dan seperti biasa banyak yang diulang-ulang gitu intinya. Ya aku sih jawab seadanya aja. Bodo amat aku ketauan jahatnya, aibnya atau kekurangannya dari tes itu. Tapi yaa wajar aja kali namanya juga manusia kan memang tidak ada yang sempurna. Jadi pasti ada sisi baik dan buruknya. Setelah selesai tes ini, aku diminta untuk menunggu hasil dan yaa cukup lama mengingat dokter yang ada saat itu hanya 1 dan baru datang di siang hari. Alhamdulillah dari semua tes aku dinyatakan sehat dan normal.

Aku mau sedikit cerita saat tes kejiwaan ya. Saat aku mengikuti tes, itu ada beberapa orang yang sedang mengikuti tes juga. Ya awalnya aku baisa aja, yaa wajar aja gitu ada yang mau tes. Mungkin sama-sama sedang membuat surat keterangan sepertiku kan ya. Dan ternyata memang benar, sebagian besar dari mereka adalah yang sama-sama sedang membuat surat keterangan sehat juga. Okelah ini hal yang sangat wajar menurutku. Tapi, kemudian aku baru tahu kalau ternyata mereka bahkan ada yang mengulang tes sampai 3x saat itu. Saat itu aku menduga, oh mungkin mereka tidak menjawab jujur pertanyaan yang ada, mungkin mereka jawabnya terlalu idealis, tidak mau terbongkar aibnya mungkin, atau ada sesuatu (?). Padahal mereka yang mengikuti tes ini rata-rata seumuran denganku (mungkin, atau bisa jadi lebih muda). Mereka juga rata-rata adalah yang telah lulus dalam tes masuk kerja. Dari sinilah aku belajar, mungkin banyak yang kurang peduli akan kesehatan jiwa. Banyak yang tidak sadar kalau sebenarnya ada masalah dalam diri kita, namun seolah biasa saja. Ga usah jauh-jauh lihat mereka yang sudah tua, yang muda pun banyak yang kesehatan jiwanya kurang baik. Mungkin tes kejiwaan memang jarang dilakukan yaa, mengingat biayanya yang cukup mahal. Masyarakat kita kebanyakan baru sadar jika ada seseorang yang terganggu jiwanya saat memang sudah parah. Padahal kalau kita bisa lebih peduli dan berkonsultasi sejak dini, mungkin hal tersebut dapat diatasi.

Alhamdulilllah semua berkar yang dibutuhkan untuk pemberkasan dapat diselesaikan walau dalam jangka waktu yang sangat singkat ini. Iya kami hanya diberi waktu kurang dari hari untuk mempersiapkan semua berkas ini. Surat keterangan paling lambat dibuat tanggal 30 November, sedangkan pengumuman tanggal 28 November. Ya mendinglah kalau bukan perantau seperti diriku yang keesokan harinya bisa langsung mempersiapkan segalanya. Sedangkan aku? Untuk buat SKCK saja harus pulang dulu karena harus diurus di wilayah tempat tinggal sesuai KTP. Konon katanya sih ini agar TMT CPNS bisa tertanggal 1 Desember, tapi kenyataannya diundur juga jadi 1 Januari, hmm. 

4 Desember 2017
Tahapan selanjutnya dari proses rekrutmen adalah pemberkasan. Konon katanya, kelulusan dapat dibatalkan jika tidak mengikuti tahap pemberkasan. Pemberkasan ini dilakukan dua kali, yaitu melalui online dan fisik. Untuk pemberkasan online, peserta diberi waktu antara tanggal 4-8 Desember melalui website http://rekrutmen.kemenkeu.go.id. Pemberkasan online ini cukup mudah asalkan dokumen telah disiapkan. 

11 Desember 2017
Hari ini adalah tahap pemberkasan fisik rekrutmen CPNS Kemenkeu. Pemberkasan fisik dibagi dalam dua hari dan sudah dibuatkan jadwalnya. Aku dapat di hari pertama yaitu tanggal 11 Desember 2017 dan sesi 1. Semua peserta melakukan pemberkasan di Student Center PKN STAN, baik itu yang memilih tes di Jakarta ataupun luar Jakarta. Karena saat itu aku statusnya belum resmi resign, aku izin 2 jam dari kantor untuk melakukan pemberkasan. Cukup aneh rasanya, izin dari kantor untuk selanjutnya akan meninggalkan kantor. Tapi yaa mau bagaimana lagi, katanya hidup ini pilihan bukan? Pada pemberkasan fisik ini, semua dokumen yang tertera di pengumuman dikumpulkan serta dicek kelengkapan dan kebenarannya. Intinya sih asal teliti dan sesuai dengan instruksi yang diberikan, pasti tahap ini lancar.

Ps : catatan 30 November – Desember baru dibuat hari ini (18 September 2018), jadi yaa seadanya kurang komplit detailnya karena sebagian lupa dan sebagian yang ingat belum sempat dijelaskan karena sudah ngantuk hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar