Waw! Akhirnya
semua telah usai. Pertunjukkan ini benar – benar telah berakhir. Suatu
pencapaian yang didapat dengan hanya beberapa kali latihan. Walau belum
sempurna namun sepertinya sudah cukup menghibur. Ya, kurasa begitu jika dilihat
dari antusiasme para penonton saat itu.
Jumat, 20
Desember 2013
Hari ini
merupakan salah satu hari yang ditunggu – tunggu oleh ormawa – ormawa yang ada
di kampusku. Bagaimana tidak, hari ini terdapat acara “Dies Natalis” yang
disertai dengan sertijab akbar dari hampir semua organisasi mahasiswa yang ada
di sini. Mulai dari serah terima jabatan ketua MPM, BEMa, UKM – UKM, serta
Himpunan – Himpunan yang ada. Namun tidak hanya itu, acara ini juga diisi
dengan penampilan beberapa UKM seni di antaranya UKM Kabayan, UKM Musik, dan
UKM UKBM. Ada pula penampilan dari salah satu himpunan.
Yang membedakan
acara ini dengan tahun – tahun sebelumnya yaitu tahun ini di awal acara
pembukaan diisi dengan upacara adat yang dipersembahkan oleh UKM Kabayan. Seperti
upacara adat biasanya, terdapat lengser “Abah dan Ambu”, umbul – umbul, payung,
dan tari. Namun yang berbeda adalah yang menjadi sasaran utama yang akan
diarak. Biasanya adalah sepasang pengantin, tapi pada acara ini yang diarak
adalah para ketua organisasi mahasiswa yang akan turun jabatannya. Sehingga
hanya beberapa orang saja yang dipayungi.
Setelah
beberapa kali gladi bersih, kami pun bersiap – siap untuk tampil yang “katanya”
akan dimulai ba’da ashar. Sehingga ketika waktu ashar tiba, kami tidak
diizinkan untuk bersantai – santai dan berpencar, namun tetap stand by di backstage pendopo. Setelah kami semua siap, pengatur acara
mengatakan bahwa pembukaan dimulai pukul 16.45 WIB. Sambil menunggu, kami
melakukan pemanasan dengan bermain gamelan. Ketika jam menunjukkan pukul 16.45 WIB,
belum ada ormawa yang masuk ke pendopo. Yaa beginilah bangsa kita yang sudah
terkenal dengan budaya ngaretnya. Sampai pada pukul 16.56 barulah ada satu
himpunan yang masuk pendopo. Menunggu kembali. Lalu masuklah himpunan
selanjutnya yang kemudian mengatur barisan karena tempat yang terbatas dan
begitu seterusnya hingga waktu menunjukkan pukul 18.05 WIB yang artinya waktu
maghrib telah tiba. Aku kesal dengan semua ini, ini lebih ngaret dari yang aku
kira. Dan akhirnya kami diberi waktu untuk istirahat shalat maghrib.
Seperti yang
sudah aku kira sebelumnya, pasti akan ngaret pula setelah maghrib. Dan ternyata
memang benar, barisan masih harus diatur – atur kembali. Hingga akhirnya ketika
hampir isya, acara pun dimulai. Itu artinya upacara adat sebagai pembukaan
dimulai juga. Yap kami pun beraksi. Ketukan kendang mengawali musik sebagai
komando. Alunan musik gamelan yang kami mainkan mengiringi jalannya upacara.
Upacara adat
dimulai dengan pembacaan sajak terlebih dahulu oleh temanku yang tidak lain dan
tidak bukan adalan Tomi. Dia membaca sajak dengan penuh penghayatan. Dan
penonton yang merupakan kesatuan Kema Polban sepertinya memperhatikan dengan
cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya (?). Setelah itu,
lengser “Ambu dan Abah” pun beraksi. Semua penonton sepertinya sangat terhibur
dengan penampilan mereka, padahal sebelumnya ketika latihan tidaklah sekocak
itu. Mungkin karena efek dubber dari
Tomi dan Yeni, sehingga Anton dan Roro menjadi lebih enjoy dan dapat membawa
suasana atau mungkin juga karena efek make
up dan kostum yang membuat mereka menjadi lebih percaya diri. Who know?
Setelah itu,
bagian umbul – umbul yang tampil. Terdiri dari empat orang mahasiswa putra yang
hanya aku kenal wajahnya saja (maaf gk disebutin personelnya). Kemudian,
dilanjutkan dengan payung yang dipegang oleh Andris. Saat itu sempat ada
kesalahan dalam musik yang sebagian memainkan musik untuk yang tari, namun
dengan cepat hal itu dapat dikendalikan dan upacara berjalan normal kembali.
Barulah setelah itu tari badaya ditampilkan. Tari ini diperankan oleh delapan
orang mahasiswa putri yang hanya aku kenal sebagian namanya (maaf gk disebutin
personelnya “lagi”).
Lengser sudah,
umbul – umbul sudah, payung dan tari sudah. Inilah saatnya mengiringi pengantin
yang dalam hal ini adalah para ketua ormawa. Para ketua ormawa berbaris dan
diiringi para pemain upacara adat. Dan setelah itu selesailah upacara adat dari
UKM Kabayan. Akhirnya semua pihak yang terlibat dalam upacara adat dapat
bernafas lega karena telah menampilkan pertunjukkan yang cukup menghibur.
Kemudian, acara
dilanjutkan dengan serah terima jabatan UKM – UKM diselingi dengan penampilan
dari pengisi acara lainnya. Setelah semua UKM serah terima jabatan dengan ketua
yang baru, barulah kemudian serah terima jabatan Himpunan dan Ikatan. (maaf
detailnya tidak diceritakan di sini J)
Mungkin sekian
yang dapat saya ceritakan. Mohon maaf apabila ada salah kata yang menimbulkan
adanya pihak yang menjadi tersinggung, karena saya hanyalah manusia biasa yang
tak luput dari kesalahan. Semoga catatan ini menghibur dan bermanfaat khususnya
untuk saya, umumnya untuk semua yang membaca. Atas perhatian saya ucapkan
terima kasih.
Special thanks to : UKM Kabayan,
Pak Ujang, Aa – Aa bale desa yang namanya tidak bisa saya sebut satu per satu,
Ketua UKM Kabayan yang baru dan baru lengser (A Regi dan A Ogie), Aminah (saron),
Tsani (saron), Teh Luthfi (bonang), Ahmad (kendang), Tomi (kendang, dubber) A Chandra (suling, dkk), A Ari (saron), Titim (goong), Lethi
(jengglong), Delia (goong), Yeni (dubber),
and all personel UKM Kabayan yang gk
bisa aku sebutin satu per satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar